Penyulundup 182 Ribu Pil Ekstasy Dibawa ke Batam

Batam, Sayangi.com – O, warga Singapura penyelundup 162.000 pil ekstasi yang bersama MA dan A pada Kamis (6/6) ditangkap Direktorat Nnarkoba Polda Kepulauan Riau di Jakarta, dibawa ke Batam.

“MS dan A anak buah O. Mereka sama-sama kami boyong ke Markas Polda Kepri untuk menjalani pemeriksaan,” kata Direktur Narkoba Polda Kepri Kombes Pol Agus Rohmad saat tiba bersama tiga orang itu di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat sore.

Dirnarkoba mengatakan bersama timnya perlu pendalamanan sebulan sebelum menangkap mereka di kawasan Jalan Daan Mogot Jakarta.

“Satu bulan kami selidiki. Tujuh hari kami lakukan ‘control delivery’ barang yang dikirim, dan pada hari kedelapan kami lakukan penangkapan terhadap O,” terangnya.

O sebagai pemilik dan juga orang yang mengendalikan pengiriman barang dari Malaysia ke Jakarta, ditangkap tim Polda Kepri bekerja sama dengan Mabes Polri.

Di tempat terpisah secara bersamaan juga ditangkap, dua orang anak buah O yaitu MS dan A (warga negara Malaysia) pada saat menerima barang kiriman berupa dua tabung kompresor berisi ekstasi tersebut.

“Ketiga orang tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup akibat dari perbuatannya tersebut,” kata Agus.

Ia mengatakan, alur pengiriman barang milik O ke Jakarta yang dimasukkan dalam dua tabung kompresor menggunakan jasa ekspidisi.

Barang itu, kata dia, dikirim dari Pasir Gudang Malaysia ke Batam melalui kargo masuk melalui Pelabuhan Sekupang, kemudian dibawa kesebuah gudang di Tiban.

Setelah itu barang tersebut dibawa ke Pelabuhan Telaga Punggur untuk dikirim ke Tanjungpinang. Dari Tanjungpinang dikirim ke Tanjung Balai Karimun.

“Selanjutnya barung tersebut dikirim ke Buton, Riau untuk dikirim ke Palembang. Setelah itu ke Lampung dan masuk ke Pelabuhan Merak dan akhirnya sampai di Jakarta pada tanggal 5 Juni,” kata Dirnarkoba Polda Kepri.

Ia mengatakan, pada 6 Juni barang tersebut diserahkan ke penerima dan pada saat itu petugas kepolisan menangkap ketiganya secara terpisah.

“Barang-barang tersebut belum diketahui pasti akan dijual di Jakarta atau akan dibawa keluar lagi. Ada kemungkinan barang tersebut dijual di Jakarta, namun ada kemungkinan juga akan dijual di Australia,” kata dia. (MARD/ANT)