BEP Tembakau Madura Capai Rp26.800 Per Kilogram

Pamekasan, Sayangi.com – Nilai jual impas atau “break even point/BEP tembakau Madura pada musim tanam tembakau kali ini mencapai Rp26.800 per kilogram. Hal itu diakui Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pamekasan, Fathorrahman, Jumat (7/6/2013).

“BEP sebesar Rp26.800 per kilogram ini berdasarkan perhitungan yang kami lakukan disesuaikan dengan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok dan harga pupuk di pasaran, termasuk penyesuaian harga kenaikan bahan bakar minyak (BBM),” katanya.

Ia menjelaskan, perhitungan BEP untuk harga jual hasil produksi pertanian tembakau kali ini jauh lebih tinggi dibanding tahun 2012. Sebab ketika itu, BEP tembakau Madura, termasuk di Kabupaten Pamekasan sebesar Rp25.000 per kilogram.

Menurut dia, jika harga jual tembakau Pamekasan nantinya lebih rendah atau setara dengan ketentuan BEP, maka yang jelas, petani Pamekasan akan rugi. Oleh karenanya, pihaknya berharap pihak pabrikan bisa membeli tembakau petani Pamekasan secara khusus dan Madura pada umumnya, diatas ketentuan BEP.

“Yang sering terjadi di lapangan selama ini kan terkadang pihak pabrikan membeli tembakau di bawah ketentuan BEP, sehingga petani rugi. Alasan yang sering dikemukakan karena kualitas jelek,” kata dia.

Fathorahman yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Pamekasan ini lebih lanjut meminta agar Pemkab Pamekasan bisa mengawal proses tanam hingga proses produksi tembakau, sehingga kualitas tembakau yang dihasilkan petani nanti akan sesuai dengan harapan semua pihak.

“Jika hal ini tidak dilakukan, kami khawatir, harga tembakau juga tidak akan terjual sesuai harapan, bahkan bisa dibawah ketentuan BEP. Kan kasian para petani,” katanya menambahkan.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pamekasan Ajib Abdullah menjelaskan, bibit tanaman tembakau yang dianjurkan pemkab pada musim tanam tembakau kali ini adalah bibit Cangkreng NI dan N2 serta jenis Prancak 95.

“Karena bibit ini memang dikenal bibit yang bagus dan memang diinginkan oleh pihak pabrikan, karena sesuai dengan kondisi geografis di Madura,” jelasnya. (MI/ANT)