Politisi PAN: BLSM Rawan Diselewengkan

Jakarta, Sayangi.com – Program bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) harus mendapatkan pengawalan ketat dari semua pihak. Sebab, bukan tidak mungkin program pemerintah sebagai subsidi orang miskin akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan datang tersebut diselewengkan.

“Intinya kita harus berbicara ke depannya saja yakni bagaimana memikirkan alternatif kesejahteraan lainnya pasca kenaikan harga BBM itu,” kata Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Taufiq Kurniawan di komplek Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (7/6).

Selain itu, program penyaluran BLSM melalui kementerian sosial itu, menurut Taufiq tidak perlu ada pembatasannya. Program BLSM, lanjut dia, jangan hanya dibatasi antara empat sampai lima bulan.

“Tapi harus dibebaskan. Bisa┬ásaja menjadi 7-8 bulan,” kata Taufiq yang juga anggota Komisi III DPR RI itu.

Selain itu, Taufiq juga meminta semua pihak, terutama fraksi-fraksi yang ada di parlemen menerima keputusan RAPBN yang sudah diputuskan melalui sidang paripurna itu. Hasil keputusan paripurna dalam menetapkan RAPBN sendiri sudah ditetetapkan pada 2013 ini.

“Dalam pengambilan voting, mayoritas suara telah memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk melakukan penetapan harga BBM di saat harga pasaran dunia meningkat dan menyulitkan subsidi negara,” tegasnya. (HST)