Hanura: Pemerintah Tak Becus Atasi Defisit APBN

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Hanura Kristiawanto menyarankan agar pemerintah bisa cerdas mengatasi defisit APBN. Untuk mengatasi masalah keuangan negara, pemerintah selama ini selalu mengambil langkah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) alias mengurangi subsidi.

“Dan menambah utang melalui penerbitan  surat berharga negara (SBN),” kata Kristiawanto kepada Sayangi.com, Jumat (7/6).

Menurutnya, cara-cara yang diambil pemerintah tersebut tentu merupakan langkah konservatif. Padahal, langkah mengatasi defisit APBN itu pernah dilakukan di masa Ode Baru ketika negeri ini dipimpin Presiden Soeharto.

“Artinya di zaman reformasi yang sudah 15 tahun ini pemerintah tidak lebih cerdas dari masa Orde Baru,” pungkasnya.

Dikatakannya, apa yang sudah dilakukan pemerintah saat ini untuk mengatasi problema energi terbarukan belum sesuai harapan Reformasi. Jika energi terbarukan dapat diimplementasikan tentunya tidak akan terjadi kebobolan volume BBM bersubsidi dan APBN terselamatkan.

“Sekali lagi pemerintah harus lebih bijak dan cerdas dalam mengelola keuangan negara,” katanya. (HST)