Narapidana Menipu Rp 295 Juta dari Balik Jeruji

Jakarta, Sayangi.com – Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus penipuan menggunakan telepon seluler sebesar Rp 295 juta yang diotaki oleh narapidana kasus narkoba berinisial T (AT) di LP Tanjung Gusta Medan.

Berdasarkan pengalaman itu, Polda Metro Jaya meminta pihak-pihak terkait untuk bersinergi menertibkan alat komunikasi yang digunakan oleh narpidana di lapas. “Kami minta penertiban alat komunikasi semakin ditingkatkan di Lapas,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Toni Harmanto kepada wartawan, Sabtu (8/6).

Toni berharap tidak ada lagi kejahatan maupun tindak kriminal yang dikendalikan dari dalam LP. “Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro juga sudah mengungkap beberapa kasus narkoba yang semakin dikendalikan di LP,” tuturnya.

Dikabarkan sebelumnya bahwa penipuan lewat telepon seluler yang diotaki narapidana kasus narkoba berinisial T di LP Tanjung Gusta Medan berhasil diungkap polisi. Dalam melakukan aksinya, T mengaku staf Kedutaan Besar Indonesia di Amerika Serikat. Bermodalkan alasan semu itu lewat telepon, T mencoba memberikan alasan kuat kepada korban, salah satunya mengabarkan bahwa anak korban yang sekolah di AS terkena masalah narkoba. Korban pun diminta membayar sejumlah uang untuk biaya pengurusan.

“Modus penipuan ini didalangi oleh T melalui HP. Padahal T ini narapidana di LP Tanjung Gusta Medan,” kata Kombes Rikwanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya kepada wartawan, Jumat (7/6).

Korban yang kena rayuam maut T banyak yang langsung percaya. Salah satunya ada yang mentranfer uang sebesar Rp 295 juta ke beberapa rekening tersangka. Dalam aksinya ini T dibantu anak perempuannya PJ dan pacar anaknya ES yang bertugas mengambil uang yang ditransfer korban.

Polisi menyita barang bukti berupa 1 buku rekening BRI, 10 buku rekening BCA, 1 buku rekening Danamon, 2 buku rekening BNI, 2 kartu ATM, 5 HP, 1 buah cincin, dan barang lainnya yang diduga hasil penipuan. (MSR)