Pasca Kerusuhan, Kwitang Masih Dijaga Polisi

Jakarta, Sayangi.com – Hingga hari ini, polisi bersenjata lengkap masih berjaga-jaga terhadap kemungkinan bentrok susulan dalam keributan antarwarga di Jl. Keramat IV Ujung, Kwitang, Jakarta Pusat.

Bentrok antar warga itu bermula Jumat (7/6) siang. Bentrokan dipicu oleh tewasnya salah seorang warga Kalipasir, Menteng, bernama Rifki (27), setelah terlibat perkelahian dengan seorang warga dari Kelurahan Kwitang berinisial Mar. Keduanya diduga bentrok dalam keadaan mabuk. Rifki diketahui tewas akibat luka tusuk pada tubuhnya.

Tidak terima atas kejadian itu, selesai penguburan jenazah Rifki pada Jumat sekitar pukul 13.00 WIB, sejumlah warga yang terdiri atas pemuda Kelurahan Menteng, melakukan penyerangan dengan melemparkan batu ke arah warga Kelurahan Kwitang. Warga kemudian melakukan sweeping terhadap pelaku pembunuhan itu yang diduga berada dan bersembunyi di areal perumahan warga Kelurahan Kwitang. Warga mengamuk dan membabi buta dengan menghancurkan kaca, jendela, pintu pagar rumah, dan lain-lain.

Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta langsung tiba di lokasi untuk meninjau kejadian bentrok warga. Jokowi menghimbau warga untuk menahan dan meredam amarah karena hakikatnya mereka masih saudara.

“Saudara-saudaraku semua, kita ini satu saudara. Di jakarta ini tidak ada Rt 5 Rt 3, kita semuanya ini sama. Jadi, mari kita gagas perdamaian berdampingan antarsesama saudara jangan sampai kita ini terjadi saling bentrok apalagi sampai melukai dan membunuh,” himbau Jokowi saat mengunjungi lokasi bentrok warga kemarin.

“Tersangka penusukan terhadap Rifki sudah kita amankan di Polres,” ujar Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Hendro Pandowo saat dihubungi wartawan, Sabtu (8/6). (MSR)