Sabtu Pagi, Dolar Menguat

New York, Sayangi.com – Kurs dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Jumat waktu setempat atau Sabtu pagi WIB. Penguatan ini menyusul laporan pekerjaan Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya.

Pada pukul 22.00 GMT atau Sabtu pukul 05.00 WIB, euro diperdagangkan di 1,3218 dolar, turun dari 1,3243 dolar pada Kamis sore.

Dolar dibeli 97,56 yen, naik dari 97,07 yen sehari sebelumnya, dan menguat terhadap pound Inggris dan franc Swiss. Sedangkan euro diperdagangkan pada 128,95 yen, naik dari 128,55 yen.

Pasar global juga sedang terpaku pada laporan bulanan pekerjaan AS, yang telah diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 159.000 pekerjaan pada Mei.

Sebaliknya, beberapa laporan menunjukkan ekonomi AS menambahkan 175.000 pekerjaan, lompatan yang juga mengangkat pasar ekuitas.

Data pekerjaan menyusul beberapa laporan ekonomi AS yang lemah pada awal pekan dan terjadi sehari setelah Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Inggris (BoE) memutuskan untuk meningkatkan program stimulus mereka.

Dolar turun tajam pada Kamis terhadap yen dan euro dan tampak siap untuk penurunan lebih lanjut.

“Sentimen di pasar begitu anti-dolar jika data penggajian gagal memenuhi harapan, mata uang akan jatuh, menembus tingkat baru,” kata Kathy Lien dari BK Asset Management.

Sebaliknya, laporan pekerjaan mengangkat pertanyaan tentang apakah dolar telah “di posisi terendahnya” setelah pelemahan baru-baru ini, kata Lien.

Menurut Kepala Strategi Mata Uang di Wells Fargo Securities, laporan pekerjaan yang kuat bisa mempercepat perubahan kebijakan Federal Reserve AS. Hal itu guna mempertimbangkan kembali program pembelian obligasi.

“Investor tampaknya akan melihat angka penggajian sebagai cukup kuat untuk mempertahankan pembahasan pasar tentang kemungkinan perubahan kebijakan Federal Reserve, seperti tercermin dari kenaikan imbal hasil obligasi negara 10 tahun setelah data tersebut dirilis,” Bennenbroek mengatakan dalam sebuah catatan.

“Akibatnya, dolar AS juga menguat terhadap euro.” Perubahan kebijakan Fed juga akan mendorong dolar lebih tinggi terhadap yen, kata David Song analis mata uang di DailyFX.

Pelemahan dolar terhadap yen baru-baru ini “tampaknya lebih dari koreksi karena (bank sentral Jepang) tetap siap untuk siklus pelonggaran lebih lanjut pada paruh kedua tahun ini,” kata Song.

Pound diperdagangkan pada 1,556 dolar, dibandingkan dengan 1,5599 dolar pada Kamis.

Dolar diperdagangkan pada 0,9360 franc Swiss, naik dari 0,9296 franc sehari sebelumnya. (MI/ANT)