Aktivis Lingkungan Minta Pemerintah Serius Selamatkan Hutan

Sampit, Kalteng,Sayangi.com – Kalangan aktivis lingkungan di Kalimantan Tengah meminta keseriusan pemerintah pusat dan daerah menyelamatkan hutan yang nilai terus menyusut akibat banyak faktor di daerah tersebut.

“Instansi terkait, baik pusat maupun daerah kurang memberi perhatian ketika kawasan hutan dibabat untuk kebun kelapa sawit dan satwa seperti orangutan binasa,” kata Direktur Save Our Borneo (SOB), Nordin dihubungi dari Sampit, Minggu (6/9).

SOB merupakan salah satu organisasi lingkungan yang gencar menyoroti kondisi lingkungan di Kalteng. Sejak lama, SOB bersama organisasi lingkungan lainnya menyuarakan tentang perambahan hutan, namun respons dari pemerintah dirasa masih kurang.

Mantan anggota Dewan Nasional Walhi ini menilai, kerusakan hutan mulai dari kebakaran lahan, pemanfaatan lahan hingga perambahan oleh perusahaan besar swasta terbesan di daerah tersebut.

Dalam hal data perkebunan kelapa sawit, Pemerintah Provinsi Kalteng belum transparan. Data yang dirilis selama ini diduga hanya perkebunan yang tidak bermasalah, sedangkan perkebunan yang bermasalah tidak dibuka ke publik.

“Menurut data Disbun Kalteng hanya 84 PBS yang dianggap clear and clean, sedangkan sisanya mungkin ratusan di-hidden. Apakah ini untuk melepas tanggung jawab atas adanya perkebunan yang tidak clear and clean yang faktanya beroperasi di Kalteng,” ujar Nordin.

Dari sisi penyajian data ini saja sudah terlihat seberapa besar keseriusan dalam melindungi hutan. Seharusnya, kata dia, semua data dibuka ke publik sehingga masyarakat juga bisa ikut mengawasi dan menyoroti pelanggaran kehutanan.

“Seharusnya mereka juga menyajikan dan membongkar data perusahaan yang sudah membuka hutan yang tidak ada izin pelepasan kawasan hutan dan tidak punya hak guna usaha,” katanya.

Nordin berharap pemerintah tidak malah berusaha melindungi perusahaan perambah hutan dan pelanggar aturan kehutanan. Perusahaan-perusahaan nakal tersebut sudah seharusnya ditindak tegas agar tidak terus menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat.

“Jangan sampai ada kesengajaan menyembunyikan barang busuk, yaitu perusahaan busuk yang operasional dan membuka hutan tanpa izin dan tanpa hak yang sah, yaitu tidak ada IPKH dan atau HGU,” kata Nordin.

Sekadar diketahui, potensi sumber daya alam di Kalteng cukup mudah dipetakan berupa bahan tambang, khususnya batu bara dan emas, umumnya terkonsentrasi di kawasan Barito. Sedangkan sektor perkebunan paling banyak terdapat di Barat Kalteng, khususnya Kotawaringin. (HST/ANT)