KATHMANDU, NEPAL: EKSOTIKA BHAKTAPUR

Nepal, Sayangi.com – Ketika singgah ke Nepal, reporter Sayangi.com menyempatkan diri untuk berkunjung di Bhaktapur. Bhaktapur dikenal sebagai Kota Budaya. Sebuah tempat yang bisa dikatakan sebagai museum yang terbuka. Bhaktapur juga biasa disebut dengan Kota Pemuja, terlihat dari banyaknya kuil pemujaan di sekitar rumah-rumah penduduk desa. Sebuah kota kuno yang memiliki sejarah mahal dan menarik untuk disimak.

Selain terkenal dengan seni yang elegan, tempat seluas 6,88 kilometer persegi dan berada di ketinggian 1401 meter ini memiliki ragam budaya yang luar biasa. Festival penuh warna, tari-tarian tradisional dan gaya hidup masyarakat adat Newari menjadi daya tarik siapapun yang berkunjung kesana. Letaknya yang hanya 12 kilometer dari pusat kota Kathmandu membuatnya mudah dijangkau hanya dengan naik taksi ataupun menyewa kendaraan.

Meski dekat dengan kota, Bhaktapur juga memberikan pemandangan khas yang akan membawa kita kembali ke situasi di zaman prasejarah mengingat suasana rumah tradisional, gaya hidup dan lingkungan yang sangat mendukung.

Kota bersejarah itu didirikan pada abad ke-12 oleh Raja Anand Dev Malla. Tempat itu adalah ibukota Greater Malla Kerajaan di Lembah Kathmandu sampai abad ke-15. Banyak monumen Bhaktapur terbesar yang dibangun oleh penguasa kemudian Malla kita temui disana.

Bhaktapur memiliki lebih banyak candi dengan kaki-kaki persegi daripada Patan atau Kathmandu. Jika melihat candi-candi yang ada disana, kita seperti berada di candi Prambanan dimana bentuk konstruk bangunannya hampir sama. Yang berbeda, suasana di Bhaktapur jauh lebih dingin jika dibandingkan dengan di Indonesia. Angin yang bertiup cukup kencang terasa sedikit kering di kulit mengharuskan anda yang akan berkunjung kesana harus bersiap dengan pelembab kulit serta pelembab bibir sekaligus. Selain itu, anda juga harus menyiapkan baju hangat. Jika lupa tak membawanya, anda bisa membeli pakaian hangat khas Nepal yang tersedia di beberapa toko yang menjual souvenir dan beragam buah tangan yang letaknya berderet di sepanjang jalan Bhaktapur.

Sebagai situs Warisan Dunia yang terdaftar oleh UNESCO, Bhaktapur telah banyak dipulihkan sejak gempa 1934 yang membuat kota rusak parah. Untuk restorasi lanjut dan pelestarian, ada biaya masuk yang dikenakan bagi pengunjung. Untuk pengunjung lokal atau SAARC (Srilanka, India, Pakistan, Bangladesh, Bhutan, Maldives dan Afghanistan) serta wisatawan China hanya harus membayar $ 15,00 atau sebesar Rs 100,00 dalam mata uang Nepal. Sementara di luar SAARC (termasuk Indonesia) harus membayar Rs 1100,00.

Jika sedang bepergian dengan keluarga besar, anda dapat menyewa mini bus (menuju Kamal Binayak yang berhenti di Bhaktapur) atau bus besar (menuju Chyamasingha berhenti di Bhaktapur) dari pemberhentian Bhaktpur, dekat Bhadrakali. Anda juga dapat menghemat waktu dengan mengambil Bus Ekspres dari Bagbazar di Kathmandu. Baru-baru ini, bus mikro juga mulai layanan suttling antara Kathmandu dan Bhaktapur, yang cukup cepat.

Namun jangan dibayangkan anda akan menumpangi bus yang memiliki fasilitas nyaman seperti bus pariwisata di Indonesia yang lengkap dengan AC. Jika anda pernah naik bus DAMRI dalam kota di wilayah Surabaya, anda akan merasakannya kembali saat anda di Nepal. Busnya tidak memiliki pendingin (air conditioner), catnya sudah nyaris terkelupas di semua sisi. Belum lagi ditambah dengan tempat duduk plastik yang membuat anda mengelus punggung anda setiap 10 menit karena pegal. Sebab, anda harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 45 hingga 60 menit untuk sampai di Bhaktapur.

Tapi jangan takut, kelelahan itu akan segera terbayar begitu anda sampai. Pemandangan yang indah dan eksotik ditambah dengan makanan khas India yang menggoyang lidah pasti membuat anda lupa dengan kelelahan akibat perjalanan jauh. Jika tak suka dengan makanan India yang penuh rempah, anda bisa menjatuhkan pilihan ke masakan meksiko atau Amerika yang sama enaknya. Jangan lupa juga mencicipi yogurt yang terkenal dengan madu lokal. Yogurt Bhaktapur terkenal sangat enak dengan rasa otentiknya. 

Selain makanan yang otektik dan lezat, serta pemandangan yang indah yang memanjakan mata, mata kita juga akan dimanjakan dengan pemandangan toko-toko kecil yang menjual aneka macam tembikar yang dikeringkan di bawah sinar matahari dan ditampilkan di rak-rak di depan toko dan rumah-rumah. Kota ini juga terkenal dengan kerajinan topeng yang terbuat dari tanah liat. Topeng menggambarkan berbagai dewa dan dewi yang membawa arti khusus untuk masyarakat adat disana. Tapi jangan lupa, saat belanja beragam pernak-pernik, seperti lazimnya orang bepergian di tempat wisata, anda harus pandai-pandai menawar agar bisa mendapatkan harga serendah-rendahnya. Kebanyakan para pengrajin dan pemilik toko akan memberikan harga awal minimal Rs 300,00 hingga Rs 1000,00 untuk setiap barang yang akan kita beli. 

Bhaktapur dapat menjadi alternatif yang baik saat ke Kathmandu untuk bermalam karena jalanannya sangat tenang dan memiliki suasana yang unik nan eksotik. Selain itu, kota ini juga terletak dekat dengan bandara internasional Kathmandu. Bhaktapur juga menghubungkan antara Kathmandu dan Kodari (perbatasan Cina), yang membuatnya sangat cocok untuk menghabiskan malam pertama di Nepal. (FIT)