Gerbong Taufiq Kiemas Akan Tergeser?

Jakarta, Sayangi.com –  Setelah wafatnya Taufiq Kiemas, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah kehilangan tokoh yang memiliki kemampuan lobi tingkat tinggi. Peneliti Senior dari Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo melihat kemampuan mantan Ketua MPR RI itu sangat lihai merajut kekuatan yang berbeda pandangan politik dan latar belakang ideologi.

“Dia mahir memainkan peran politik meskipun terkadang berbenturan dengan Megawati, istrinya sendiri. Hal itu diakui Megawati, ketika ia berpidato di acara diskusi 4 pilar di Gedung MPR yang dihadiri Taufiq Kiemas, dan para tokoh lintas partai, akademisi, dan para pejabat negara,” kata Karyono saat dihubungi Sayangi.com, Senin (10/6).

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri, menurut Karyono pernah berkata dengan kalimat kiasan, “Sekarang makanan saya dengan pak TK itu berbeda kadang kala, saya pun sering berdebat dengan suami saya Pak Taufiq, di dalam mobil maupun di rumah tentang pandangan politik. Tapi tradisi debat ini sudah menjadi kebiasaan dalam keluarga kami “. Meskipun demikian, kata Karyono, apapun perbedaan pandangan dan kepentingan politik Taufiq Kiemas terhadap PDIP, tetap saja dia tak sanggup meluluhkan Megawati dalam beberapa hal.

“Misalnya soal sikap PDIP terhadap masalah Angket Century, Angket pajak, harga BBM, pencalonan Jokowi di pilkada DKI, dan lain-lain,” katanya.

Atas dasar itulah, Karyono menilai PDIP pasca wafatnya Taufiq Kiemas tentu akan terjadi pergeseran politik, tetapi tidak akan ada perubahan besar. Pasalnya, kendali partai tetap di Megawati, bukan Taufiq.

“Hanya saja, kader-kader yang berada di gerbong TK — sapaan akrab Taufiq Kiemas, agak khawatir posisinya tergeser,” pungkasnya.

Ketua MPR RI Taufiq Kiemas meninggal dunia pada usia 70 tahun Sabtu (8/6) di General Hospital Singapura, sekitar pukul 19.05 waktu setempat atau pukul 18.05 WIB. Sebelumnya dikabarkan kondisinya sempat membaik tapi kemudian kembali memburuk dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Sebelum dirawat, Kiemas sempat berkunjung ke Ende, Nusa Tenggara Timur bersama Wakil Presiden Boediono untuk memperingati Hari Kelahiran Pancasila. (HST)