Kedai Proses: Jayakan Kembali Teater Bengkulu

Bengkulu, Sayangi.com – Rumah budaya “kedai proses” memfasilitasi penampilan berbagai aktivitas kesenian di Kota Bengkulu, termasuk pementasan teater alam.

“Kelompok teater alam pernah eksis tahun 1990-an, lalu kami vakum beberapa tahun dan kini kembali bangun dari tidur panjang,” kata Boyke Sulaiman, pendiri Teater Alam, di Kota Bengkulu, Senin (10/6).

Ia mengatakan dalam perjalanan berkesenian, kelompok teater itu telah mementaskan 46 naskah dan menggarap beberapa musikalisasi puisi serta dramatisasi puisi. Bahkan di kancah nasional, kelompok teater ini juga pernah menorehkan prestasi di tingkat nasional dalam festival teater se-Indonesia. “Kami ingin mengembalikan lagi kejayaan teater, dengan fasilitasi rumah budaya “kedai proses”, teater alam akan kembali bangkit dengan segudang aktivitas.

Kelompok seni yang telah memperkaya khasanah seni khusus seni pertunjukan teater dan sastra di Bengkulu ini tengah menyiapkan sebuah pementasan. Boyke mengatakan kebangkitan grup teater alam Bengkulu merupakan kesadaran aktifitas seni. “Kami melihat aktifitas seni telah menampakkan gejolak yang menggeliat penuh energi dengan fasilitasi kedai proses, semoga ini berkelanjutan,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan dinamika berkesenian di Bengkulu perlu terus dirawat sehingga mempunyai kantong- kantong budaya yang akan membuat banyak kegiatan seni lainnya. “Saya tak mau menjadi pikun pada raut usia yg semakin berkerut, saya masih punya semangat,” katanya. 

Koordinator komunitas budaya “kedai proses” Edi Ahmad mengatakan sejumlah kegiatan seni yang digagas rumah budaya itu untuk memicu kembali semangat para seniman Bengkulu untuk berkesenian. “Kami berusaha membangunkan para seniman Bengkulu yang pernah jaya di masanya untuk kembali kepada seni,” katanya.

Sejumlah aktivitas seni yang sudah dilaksanakan “kedai proses” antara lain mengenang penyair legendaris Chairil Anwar dalam acara bertajuk “Tribut untuk Chairil Anwar”, pada 28 April 2013.

Selanjutnya, peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni 2013 yang menggabungkan beberapa kesenian, mulai dari pameran seni rupa bertajuk “pasar subuh riwayatmu kini”, dan pertunjukan seni sastra serta musik. (FIT/Ant)