DPR: BLSM Jangan Sampai Salah Sasaran Lagi

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sayed Fuad Zakaria meminta agar koordinasi Kementerian dan Lembaga (K/L) diperkuat menjelang diterapkannya program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Tujuannya agar penyaluran anggaran program BLSM tepat sasaran.

“Harus juga dipastikan bahwa penerima manfaat BLSM adalah masyarakat yang terkena dampak langsung kenaikan harga BBM,” kata Sayed di Jakarta, Senin (10/6/2013).

Hal tersebut disampaikan menyusul telah disepakatinya anggaran program BLSM sebesar Rp12,009 triliun.

“Komisi VIII meminta pemerintah meningkatkan koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga yang terkait dalam teknis pelaksanaan BLSM,” jelasnya.

Persetujuan Komisi VIII DPR itu sesuai dengan anggaran BLSM yang diajukan pemerintah dalam RAPBN-P 2013. BLSM diberikan kepada 15,5 juta Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) sebesar Rp150.000 per bulan selama 5 bulan.

Berdasarkan kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi VIII DPR dan pemerintah, selain BLSM, dalam paket kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi, pemerintah juga mengajukan kenaikan anggaran Rp728,8 miliar untuk Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 2,4 juta RTSM (lama dan baru) yang nilainya naik dari Rp1,28 juta menjadi Rp1,80 juta per tahun.

Terkait program bantuan bea siswa, pemerintah dan DPR telah menyepakati untuk adanya penambahan anggaran sebesar Rp7,533 triliun untuk Bantuan Siswa Miskin (BSM) Rp7,432 triliun. Sedangkan untuk Bea Siswa Bidik Misi sebesar Rp100,8 miliar.

Tambahan alokasi BSM diberikan untuk meningkatkan cakupan siswa penerima, yaitu dari 8,74 juta siswa menjadi 15,43 juta siswa SD/MI sampai dengan SMA/SMK/MA, yang mencakup 25 persen rumah tangga dengan status sosial ekonomi terendah (miskin dan rentan). Pemerintah, lanjut Sayed, juga akan menaikkan nilainya menjadi Rp450.000 per siswa SD/MI, Rp750.000 per siswa SMP/MTs, dan Rp1 juta untuk siswa SMA/SMK/MA.

Sementara bea siswa Bidik Misi diberikan kepada mahasiswa Perguruan Tinggi dan Perguruan Tinggi Agama dengan potensi akademik baik dari keluarga tidak mampu, yaitu untuk 61.861 mahasiswa di mana naik dari sebelumnya 52.220 mahasiswa.