Semua Fraksi Sepakat RUU Tembakau Jadi Pelindung Petani Kretek

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisi II DPR RI, Abdul Malik Haramain memastikan bahwa draf rancangan undang-undang tembakau yang sudah menjadi prolegnas akan berpihak kepada masyarakat petani kretek. Menurutnya, semua fraksi yang ada di DPR sudah sepakat agar RUU yang masih dibahas itu akan menjadi undang-undang yang melindungi masyarakat.

“RUU-nya masih dibahas. Masih berkonsultasi publik. Meski draf kita sudah jadi tapi teman-teman masih minta sebelum dibawa ke paripurna diperkuat,” kata Haramain saat menjadi pembicara pada diskusi publik bertajuk “Kretek Warisan Budaya Nusantara” di Jakarta, Senin (10/6).

Menurut Haramain, semua fraksi sepakat ketika undang-undang tembakau itu lebih berpihak kepada petani kretek yang berpenghasilan kecil. Saat ditanya apa bentuk konkrit keberpihakan RUU tembakau yang akan dijadikan UU itu, Haramain mengatakan bahwal itu sudah pasti.

“Misalkan, salah satunya, ini kan begini, isu kesehatan ini kan dari luar (alias dari perusahaan-perusahaan multinasional yang mengangkat isu kesehatan dan berpengaruh kepada rokok. Kalau kemudian rokok mati, kan mati petaninya,” katanya.

Lantaran itu, kata Haramain yang juga ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini semua fraksi sepakat ingin menjadikan RUU tembakau menjadi UU untuk melindungi petani kretek. Semua Fraksi berpikir komprehensif karena semangat dan spirit tidak hanya bagaimana menjaga rokok, tapi juga bagaimana menjaga sumber daya yang bernama tembakau.

“Dan tentu saja petaninya. Tembakau kemudian industri tembakau penghasil kretek kecil. Jadi keberpihakan teman-teman di situ.

Saat ditanya kapan akan disahkan RUU tembakau itu, Haramain mengaku belum tahu. Tapi yang jelas, katanya, RUU tembakau itu sudah didrafkan sebagai prolegna dan akan dibawa ke sidang paripurna yang akan datang.

“Draf itu akan dibawa ke masa sidang paripurna. Paripurna ini. Tapi sudah didrafkan sebagai prolegnas. Apakah disahkan tahun ini, belum tau,” pungkasnya. (HST)