Pemuda Madura Pertanyakan Peran BPWS

Jakarta, Sayangi.com – Keberadaan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) terus menuai sorotan dan kritik. Pasalnya, peran yang diemban Badan tersebut hingga saat ini dipandang masih nihil.

Salah satu kritik dilontarkan kaum muda Madura yang tergabung dalam Himpunan Generasi Muda Madura (Higemura). Mereka mempertanyakan peran BPWS, karena selama ini seperti mengabaikan tujuan utamanya, yakni pengembangan dan pembangunan Madura.

“Apa yang dilakukan BPWS selama ini tidak terlihat terhadap pembangunan di Madura. Padahal fungsi dibuatnya Badan ini jelas, untuk membangun Madura,” kata Ketua Higemura, Muhlis Ali, Senin (10/6/2013).

Muhlis mengungkapkan Pasal 12 Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2008 tentang Badan Pengembangan Wilayah Suramadu. Dari peraturan tersebut kata dia, terdapat poin khusus yang menegaskan peran BPWS untuk memfasilitasi dan menstimulasi percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat Jawa Timur, khususnya Madura.

“Jadi jika mengacu pada aturan ini, BPWS belum berbuat apa-apa. Pembangunan di Madura masih tetap lamban,” jelasnya.

“Jika begini, maka keberadaan Suramadu tidak berarti banyak, kecuali hanya sebagai jembatan saja.”

Direktur Pusat Pengkajian Jakarta ini mengungkapkan hal itu dengan mengacu pada pertumbuhan ekonomi Madura yang masih lemah. Bahkan, infrastruktur di Madura kata dia, sejak pembangunan Jembatan Suramadu pada 2009 lalu juga tidak ada geliat yang signifikan.

“Oleh karenanya, BPWS ini harus diperjelas perannya. Kami juga meminta pemerintah agar terus mengevaluasi kinerja BPWS.”