Mahfud MD: Saya Sudah Terima Tawaran Konvensi

Sayangi.com – Mohammad Mahfud MD – mantan Ketua Mahkamah Konstitusi – adalah sebuah nama yang dianggap memiliki integritas kuat untuk menjadi Calon Presiden Republik Indonesia dalam Pemilu 2014 mendatang. Dan pria kelahiran 13 Mei 1957 ini sudah menyatakan kesiapannya untuk maju. Termasuk kesiapan memperbaiki Indonesia lewat penegakan hukum. “Penegakan hukum itu penting. Karena negara ini rusak gara-gara hukum tidak tegak,” kata Mahfud.

Berikut petikan wawancara singkat Bara Ilyasa dari Sayangi.com dengan Mahfud MD di Yayasan 135, Matraman Dalam, Jakarta Pusat.

Tanya: “Strategi apa yang bapak persiapkan untuk maju dalam bursa Capres 2014 nanti?”
Jawab: “Enggak pake strategi, ‘kan filsafat hidup saya mengalir saja. Nanti kalo pake strategi-strategi, biasanya kalo Tuhan tidak meridhoi enggak jalan. ‘Kan banyak orang mengatur strategi, membentuk tim ini dan tim itu, ada publikasi besar-besaran, tapi kalo Tuhan tidak meridhoi ‘kan ndak jalan. Mengalir itu dalam artian, saya menyerahkan diri kepada kepercayaan publik, sehingga saya mengadakan kegiatan-kegiatan agar publik tahu. Saya hanya ingin memperbaiki Indonesia ini, maka saya mencalonkan diri kalo publik percaya dengan saya. Pilihlah saya, kalo ndak ya enggak usah pilih saya. Karena saya tidak akan pilih diri saya sendiri. Jika ada yang lebih bagus pasti saya dukung. Untuk saat ini belum ada, masih seimbang saja, belum ada titik berat akan mendukung siapa.”

Tanya: “Apakah sudah ada partai-partai yang mendekati Bapak untuk menjadi Capres?
Mahfud tersenyum sejenak.
Jawab: “Tidak bisa dibuka di publik dulu, tapi yang jelas komunikasi politik tetap jalan ke semua partai.”

Tanya: “Jika belum ada, apakah Bapak akan mengikuti konvensi Presiden dari partai tertentu?
Jawab: “Bisa bersedia, bisa juga tidak. Karena saya belum memutuskan, tapi tawaran untuk mengikuti konvensi ke saya sudah ada. Saya tidak terlalu mengebu-gebu juga.”

Tanya: “Visi bapak sebagai Calon Presiden apa?”
Jawab: “Penegakan hukum. Karena negara rusak ini gara-gara hukum tidak tegak. Misalkan ekonomi, pedidikan, dan kesehatan, banyak dikorupsi karena penegakan hukum mengenai korupsi tidak tegak.”

Tanya: “Bidang apa yang harus diperbaiki dahulu agar Indonesia bangkit?”
Jawab: “Harus lewat hukum dulu agar semuanya jalan. Seperti investor-investor, jika kepastian hukumnya tidak jelas, tidak akan datang lagi ke Indonesia.”

Tanya: “Kriteria seperti apa saja yang harus dimiliki seorang pemimpin?”
Jawab: “Seorang pemimpin harus mempunyai visi hukum, jadi hukum itu harus ditegakkan. Tidak harus dari orang-orang hukum yang menjadi pemimpin, tetapi yang penting harus ada keinginan yang kuat untuk menegakkan hukum.” (MSR)