Din : Bukan Tahlilan, Melainkan Takziah

Jakarta, Sayangi.com – Tahlilan hari kedua wafatnya Taufiq Kiemas menghadirkan Din Syamsuddin. “Lho, kok Muhammadiyah ada Tahlilan,” celetuk iseng wartawan langsung dijawab Din. “Saya bukan (menghadiri) tahlilan, melainkan Takziah,” kilah Din, Senin (10/6).

Seperti halnya Tahlilan di hari pertama yang meskipun hujan dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Wapres Boediono, Marzuki Alie, Yusril Ihza Mahendra, Setiawan Djodi dan lainnya, tahlilan di hari kedua Senin malam ini juga masih dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie, mantan Ketua MK Mahfud MD, Juru Bicara KPK Johan Budi dan Ketua PBNU Said Agil Siradj.

Ratusan kader PDI Perjuangan dan ibu-ibu Majelis Taklim yang diundang Baitul Muslimin Indonesia masih memadati tenda di pelataran rumah duka. Di sela-sela jubelan itu, sekitar pukul 19.45 WIB hadir Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Memang, tahlilan malam ini Din didaulat berceramah. Tapi Din mengakui, di Muhammadiyah tidak dikenal tradisi tahlilan. Oleh karenanya dia menyebut kehadirannya sebagai takziah. “Ini sekedar takziah. Saya hadir untuk memberikan ceramah mengenai makna kematian,” imbuh Din.

Sebab kematian pasti mendatangi siapapun, oleh karenanya kematian bisa dijadikan pelajaran. “Termasuk dari kematian tokoh bangsa ini, Pak Taufiq Kiemas,” tandas Din. (MARD)