Pameran Aquabex 2013 Disambut Antusias

Bekasi, 10/6 (Antara) – Penyelenggaraan pameran ikan hias “Aquabex 2013” yang pertamakalinya digelar oleh Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin, disambut antusiasme pengunjung.

“Selama ini saya kesulitan mencari toko ikan yang lengkap, sehingga beranggapan di Bekasi memang jarang. Tiap kali mau menambah koleksi ikan, saya mencarinya sampai ke Karawang atau Cileungsi. Tapi setelah liat pameran ini, jadi tahu kalau sebenarnya di Bekasi pun ada dan justru lebih banyak macamnya,” kata Panji (35), seorang pengunjung.

Pameran yang digagas Asosiasi Ikan Hias Bekasi (AIHB) itu berlangsung mulai 10 hingga 16 Juni 2013 bertempat di lantai dasar Bekasi Squere, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

Ketua AIHB Atep Setiawan mengatakan, pameran ini diselenggarakan untuk menunjukkan bahwa Kota Bekasi memiliki potensi besar dalam industri ikan hias. Selama ini, banyak masyarakat yang sama sekali tidak mengetahui salah satu kebanggaan tersebut.

“Selama ini predikat Bekasi sebagai salah satu pembudidaya sekaligus pengekspor ikan hias unggulan hanya tersiar di luar wilayah, yakni di daerah yang selama ini memang berhubungan dalam hal pemasaran. Sementara warga Kota Bekasinya sendiri tidak mengetahui hal tersebut,” kata Atep di sela pembukaan pameran.

Ia berharap, acara yang baru pertama kalinya digelar ini bisa menjadi agenda rutin tahunan di Bekasi. Sekaligus, menjadi sarana pendidikan dan rekreasi warga yang pada akhirnya bisa menjadikan ikan hias sebagai ikon andalan Kota Bekasi.

Pameran tersebut menyuguhkan 400 varian ikan air tawar dan air laut yang ditampilkan dalam puluhan aquarium.

“Stan kita berjumlah 19. Ada yang memamerkan jenis clown fish, black ghost, rainbow, gufy, arwana, dan lainnya,” katanya.

Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu berharap penyelenggaraan pameran itu bisa menumbuhkan semangat wirausaha masyarakat yang datang berkunjung.

“Saya harap sejumlah tenaga kerja bisa terserap di industri ini. Atau yang tertarik menjadi wirausaha yang merekrut sejumlah tenaga kerja. Siapa tahu, sepuluh persen dari target penciptaan 50.000 lapangan kerja baru bisa terealisasi dari sektor ini,” katanya. (MARD/Ant)