Kabul: Tujuh penyerang tewas dalam pertarungan 4 Jam

Kabul, Sayangi.com – Tujuh gerilyawan Taliban termasuk pembom bunuh diri menyerang bandara utama di ibukota Afghanistan, Kabul, pada Senin pagi, dengan ledakan dan tembakan terdengar di dekat daerah yang juga merupakan markas pangkalan militer asing utama.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Sediq Sediqqi mengatakan, pasukan keamanan Afghanistan berjuang selama sekitar empat jam sebelum serangan itu berakhir.

Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Jalan yang ditutup dan penerbangan keluar dari bandara dengan cepat dibatalkan, sementara itu, penerbangan masuk dialihkan ke kota Mazar-e-Sharif untuk mengamankan sejumlah warga dan juga mereka yang sedang dalam perjalanan menggunakan pesawat.

Serangan di bandara dijaga sangat ketat. Karena selain digunakan oleh warga sipil dan militer, relatif jarang dijadikan target yang ambisius untuk pemberontak. Karena kejadian itu, disimpulkan bahwa target rupanya kurang diawasi secara penuh oleh aparat militer.

Bandara ini adalah rumah bagi basis operasional utama bagi pasukan pimpinan NATO yang telah memerangi gerilyawan Taliban dan lainnya selama 12 tahun dan lengkap dengan tentara dan polisi, menara penjaga dan beberapa baris pos pemeriksaan keamanan.

Serangan dimulai sekitar pukul 04:30 (2400 GMT), setelah shalat subuh, gumpalan asap terlihat mengepul dari balik pagar kawat berduri di bandara. Pertempuran berakhir sekitar empat jam kemudian.

Polisi mengatakan serangan itu tampaknya berpusat pada sisi militer bandara, di sebelah barat terminal sipil, dan bahwa para penyerang yang berpakaian sebagai polisi.

Polisi Menemukan Van Penuh Bahan Peledak

Kepala Kepolisian Jendral Afghanistan, Mohammad Ayub Salangi mengatakan, dua pembom bunuh diri meledakkan diri dan lima lainnya tewas dalam pertempuran itu. Tampaknya tidak ada korban di antara pasukan keamanan Afghanistan atau warga sipil.

Sumber polisi lainnya mengatakan para penyerang mengenakan seragam Polisi Perbatasan Afghanistan untuk menghindari deteksi sebelum mereka meluncurkan serangan.

Sebuah van penuh bahan peledak tersembunyi di bawah sayuran hancur ketika pasukan keamanan menembakkan granat berpeluncur roket itu.
Taliban mengatakan, serangan itu merupakan bagian dari serangan yang dirancang di tahun 2013 sebagai serangan “ofensif musim semi”. “Hari ini akan ada serangan besar-besaran di sisi militer asing di Kabul,” kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam pesan teks yang dikirim ke wartawan. “Musuh telah menderita korban besar,” lanjutnya.

Kedutaan di zona diplomatik di pusat Kabul dikurung dan diberi peringatan darurat yang terdengar dari beberapa misi Barat dan pangkalan militer setelah serangan dimulai. Dua helikopter Black Hawk ISAF juga mengelilingi wilayah sementara tentara Afghanistan menembaki gedung tempat orang bersenjata bersembunyi, kata seorang saksi Reuters.

Serangan itu mengikuti serangan baru lainnya pada Organisasi Internasional untuk Migrasi di Kabul dan Komite Internasional Palang Merah di kota timur Jalalabad yang menewaskan empat orang.

Pada April 2011, seorang Afghan perwira angkatan udara nekat menembak dan membunuh delapan prajurit AS dan seorang kontraktor sipil dalam serangan terburuk di bandara sejak perang dimulai. (FIT/Reuters)