Kembali Bentrok: Demonstran Turki Ditembak Gas Air Mata

 

 

 

Ankara, Sayangi.com – Polisi anti huru hara Turki menembakkan gas air mata di pusat Ankara pada Senin malam untuk membubarkan ratusan pengunjuk rasa dalam 11 hari demonstrasi massa terhadap pemerintah berakar Islam Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan. Bentrokan terbaru ini terjadi hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada ribuan pendukungnya di Ankara bahwa ia mulai kehilangan kesabaran menghadapi demonstrasi anti-pemerintah itu.

Seperti dilansir dalam VOA, Erdogan mengatakan Minggu (10/06) bahwa para demonstran akan “membayar harga mahal” dan menambahkan bahwa ia tampaknya harus “berbicara dengan bahasa” yang dipahami para demonstran.

Polisi anti huru hara dikerahkan ke Jalan Tunali Hilmi yang sampai sekarang sebagian besar telah terhindar dari kerusuhan yang telah mengguncang ibu kota sejak kerusuhan meletus di negara itu pada 31 Mei.

Pemilik restoran terpaksa menutup diri dengan pelanggan mereka melarikan diri dari tembakan gas, pada malam ketiga berturut-turut bentrokan antara demonstran dan polisi di ibu kota.

Sebagian besar demonstran melarikan diri setelah dituduh oleh polisi.

Erdogan mengimbau para pendukungnya untuk mencegah aksi kekerasan dan menggunakan pemilu lokal tahun depan untuk “memberi pelajaran” kepada kelompok-kelompok anti-pemerintah.

Sedikitnya tiga orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka sejak demonstrasi menentang rencana pemerintah untuk membangun pusat pertokoan di alun-alun kota Istanbul 10 hari lalu. Sejak saat itu demonstrasi telah meluas menjadi kecaman atas pandangan Islamis perdana menteri dalam negara sekuler itu. (FIT/Ant)