DPR Apresiasi Gerak Cepat Kemlu Kendalikan Insiden di Jeddah

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Ramadhan Pohan mengapresiasi langkah Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang memberangkatkan 19 staf dan 3 ahli medis dalam menangani insiden Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang membakar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi.

“Untuk meningkatkan pelayanan WNI mendapatkan dokumen paspor dan Surat Perjalanan Laksana Paspor, Kemlu cukup sigap. Patut diapresiasi,” kata Ramadhan, Selasa (11/6).

Menurut Ramadhan, hari ini sudah diberangkatkan 19 staf plus 3 ahli medis. Keberangkatan tersebut untuk melengkapi 80 orang staf petugas melayani 50-an ribu WNI yang tengah mengurus dokumen paspor dan SPLP di Jeddah.  Dari 50-an ribu itu, 48 ribu sudah diproses dokumen memutihkan paspor dan dokumen bermasalah WNI. Dari angka itu, info pagi ini, sudah 17.800 dokumen selesai dan paspor atau SPLP sudah diberikan Ke WNI, kata Ramadhan.

Lebih lanjut, Ramadhan menjelaskan, dengan jumlah petugas yang ada plus  pengiriman tambahan, kapasitas KJRI sudah lebih dari cukup. Amnesti dari Arab Saudi (untuk semua negara) berlaku  11 Mei – 3 Juli mendatang. Dengan 80 petugas yang ada, sebenarnya sudah bisa layani 300 ribu WNI. Angka ini jauh di atas angka 50-an ribu WNI yang mau diurus dokumennya.

Menurut Ramadhan, ketika tiap hari dilayani 5 ribu atau per hari, tak ada masalah. Tapi ketika yang datang mengantre 12 ribuan orang, di situ masalahnya. Isu, rumor tak bertanggung jawab menyebut seolah Minggu (9/6) kemarin hari terakhir pemutihan, akhirnya membuat panik WNI. Di situ ledakan masalah, karena mendadak ada 12-an ribu warga datang sekaligus,” katanya.

“Sebagai anggota DPR saya ingin memastikan Kemlu dan jajarannya, mitra Komisi I, sigap dan telaten mengurus warga. Alhamdulillah, bagus. Pendirian tenda-tenda di lingkungan KJRI berikut penyediaan makanan, minuman dan tenaga medis selama pelayanan dokumen WNI TKI/TKW, saya nilai itu manusiawi dan benar-benar membantu. Pendirian tenda di luar KJRI tentu dihindari karena melanggar aturan dan ketertiban setempat,” katanya.

Namun demikian, Ramadan juga meminta Kemlu, KBRI, KJRII dan semua jajaran terus monitor situasi. Juga diharapkan Ramadhan selesaikan seluruh 50-an ribu dokumen WNI. Kepada WNI di mana pun berada, utamanya bermukim di Arab Saudi tetap menahan diri jangan terpancing isu bohong dan provokatif seolah-olah pemerintah tidak peduli.

“Kami di DPR akan ikut mengawal agar semuanya lancar. Kami dukung Kemlu untuk terus koordinasi interdep yang ada dengan BNP2TKI, Kemenaker, Kemkumham, di mana leadingnya tetap Kemlu,” katanya. (HST)