Menkopolhukam: Tidak Benar KJRI Jeddah Ditutup

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi tidak melakukan langkah provokasi atas isu ditutupnya pendaftaran dan pengambilan dokumen Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) di KJRI Jeddah.

Djoko menegaskan bahwa proses pendaftaran dan pengambilan dokumen akan diberlakukan hingga 3 Juli mendatang. Bahkan, pemerintah juga akan menambah petugas untuk melayani para WNI di Arab Saudi. Karena itu, WNI juga diminta untuk tertib dan melakukan antrean.

“Isu soal ditutupnya pendaftaran dan pengambilan dokumen pada minggu lalu sangat disesalkan dan bohong. Karena proses itu masih diberlakukan 3 Juli mendatang. Jadi masih banyak waktu, apabila mereka sabar dan melakukan pendaftaran dan pengambilan dokumen dengan tertib,” kata Djoko di kantor Kemenkopolhukam, Selasa (11/6).

Seperti diketahui, pada 10 April 2013 lalu Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan kebijakan amnesti atau pemutihan bagi tenaga kerja asing di seluruh dunia, termasuk WNI yang bekerja di negara tersebut. Amnesti bagi warga negara asing yang berstatus overstayer dan sudah tidak memiliki dokumen akan dibebaskan dari segala denda dan hukuman penjara.

“Jadi bukan hanya WNI saja tapi juga warga negara asing yang ada di Arab Saudi juga melakukan upaya-upaya pemutihan ini. Sejak digulirkannya kebijakan tersebut, Kedubes RI di Arab Aaudi maupun KJRI di Jeddah dan Riyadh telah melakukan persiapan-persiapan untuk menerbitkan surat perjalanan laksana paspor. Mulai 18 Mei lalu prosesinya sudah berjalan,” ucap Menkopolhukam. (FIT/beritasatu.com)