Dua Calon Wakil Gubernur Bengkulu Serahkan Syarat Administrasi

Bengkulu, Sayangi.com – Dua calon Wakil Gubernur Bengkulu Dian Syakhroza dan Sultan Najamudin menyerahkan berkas syarat administrasi ke DPRD Provinsi Bengkulu.

“Kedua calon sudah menyerahkan berkas persyaratan ke Sekretariat DPRD, dan hari ini akan kami verifikasi,” kata Ketua Panitia Pemilihan Wakil Gubernur Bengkulu, Fatrolazi di Bengkulu, Selasa (11/6).

Ia mengatakan berkas tersebut diserahkan oleh orang kepercayaan kedua calon wakil gubernur itu ke sekretarit DPRD. Menurutnya, terdapat 17 poin persyaratan yang harus dilengkapi kandidat wakil gubernur seperti tertuang dalam pasal 38 Peraturan Pemerintah nomor 6 tahun 2005.

Selain itu, panitia Pilwagub yang terdiri atas 12 orang anggota DPRD menggelar rapat untuk membuat tata tertib pemilihan wakil gubernur.

“Secara umum tatib Pilwagub sudah dibuat panitia tapi masih perlu dibahas lagi,” katanya.

Dijelaskan, dalam tatib tersebut, kedua kandidat akan menyampaikan pidato di hadapan 45 orang anggota DPRD sebelum pemilihan digelar. “Pidato yang disampaikan kandidat wagub nantinya bisa dijadikan dasar atau pertimbangan bagi anggota dewan untuk menjatuhkan pilihannya,” ujarnya.

Sebelumnya pada paripurna Senin, (10/6), anggota DPRD menyetujui paripurna pemilihan wakil gubernur akan digelar pada Jumat, 14 Juni 2013. Sebanyak 45 orang anggota DPRD Provinsi Bengkulu akan menggunakan haknya untuk memilih wakil gubernur Bengkulu yang akan mendampingi Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah untuk sisa masa jabatan 2010-2015.

Sebelumnya Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah sudah menyerahkan dua nama calon wakil gubernur yang akan mendampinginya untuk sisa masa jabatan 2010-2015. Dua nama calon wakil gubernur yang berasal dari Partai Demokrat tersebut, yakni Dian Syakhroza yang saat ini duduk sebagai anggota DPR RI dan Sultan Najamudin, anggota DPD RI dari daerah pemilihan Bengkulu.

Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional berkoalisi memenangkan pasangan Agusrin Najamudin dan Junaidi Hamsyah pada Pilkada Bengkulu pada 2010. Kasus korupsi yang membuat Agusrin Najamudin divonis penjara selama empat tahun, membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghentikannya dari jabatan dan digantikan oleh Junaidi Hamsyah.

Menteri Dalam Negeri Gawaman Fauzi pada Desember 2012 melantik Junaidi Hamsyah sebagai gubernur definitif dan menginstruksikan DPRD agar memproses pemilihan wakil gubernur. (HST/ANT)