US Buka Kanal Pekerjaan, Kurangi Pengangguran Eropa

 

 

 

Amerika Serikat, Sayangi.com – Disebutkan sebuah survei yang dilakukan oleh Tenaga Kerja Group, layanan ketenagakerjaan global raksasa, pengusaha di Amerika Serikat berencana untuk mempekerjakan pekerja triwulan berikutnya lebih banyak dibandingkan dengan periode sejak kuartal ke empat tahun 2008.

Dirilis dari survei triwulanan Tenaga Kerja, Selasa (11/06) ditemukan banyak pengusaha di seluruh dunia tidak memiliki kepastian penambahan tenaga kerja untuk perusahaannya pada periode Juli hingga September. Namun, ada titik terang ketika Majikan (Pengusaha.red) di Amerika Serikat membuka kanal untuk para pekerja, sehingga warga di beberapa bagian Eropa merasa optimis.

“Jika Anda melihatnya dari perspektif global, tentu semua memang sedang mengalami tantangan besar,” kata Tenaga Kerja CEO Jeff Joerres. Namun, hal positif yang bisa dilihat, saat ini pengusaha lebih optimis dibandingkan bulan terakhir tentang prospek ekonomi global.

Pihaknya telah mensurvei 42 negara dan menemukan bahwa pengusaha di 31 negara dan wilayahnya merencanakan untuk menyewa tenaga kerja pada triwulan berikutnya. Niat untuk mempekerjakan menguat di 17 negara, termasuk Spanyol, Yunani dan Amerika Serikat, dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Sementara itu, yang terjadi di 21 Negara adalah sebaliknya, seperti yang terjadi di Perancis, China dan India. Negara-negara ini justru belum memiliki niat untuk menambah tenaga kerja.

Amerika Serikat menambahkan 175 ribu pekerja bulan lalu setelah pada bulan April menambahkan 149 ribu pekerja. Departemen Tenaga Kerja mengatakan, pada Jumat (07/06). Tingkat pengangguran naik sepersepuluh dari sebuah titik menjadi 7,6 persen.

Prospek kerja di Amerika Serikat berdetak maju satu poin dari kuartal sebelumnya. Prospek mengukur perbedaan antara mereka yang menambahkan pekerjaan dan juga mereka yang melakukan PHK massal. Indeks Tenaga Kerja merupakan indikator keuntungan yang dicapai oleh perusahaan.

Untuk kuartal kedua berturut-turut, pengusaha di seluruh 50 negara, Washington, DC, dan Puerto Rico telah melaporkan rencana perekrutan tenaga kerja positif.
Joerres mengatakan, perusahaan-perusahaan AS masih memiliki kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya di daerah seperti Eropa atau China, tentang biaya kesehatan dan ketidakpastian umum.

Lebih dari satu dari empat pengusaha di sektor konstruksi AS telah mengatakan mereka akan mempekerjakan tenaga kerja baru pada awal kuartal di bulan Juli, prospek ini merupakan prospek terkuat sebelum resesi global. Ini adalah tanda positif bagi pasar perumahan, kata Joerres.

Di Eropa, banyak sekali masyarakat yang terpaksa harus menjadi pengangguran karena tidak adanya lapangan kerja baru dan adanya pemotongan jumlah pekerja. Tapi Joerres mengatakan wilayah ini memiliki beberapa indikator positif, termasuk yang terjadi di Yunani.

“Kami tidak mengatakan Eropa sudah keluar dari mimpi buruk, tetapi hal positif yang terjadi di Yunani dapat menjadi indikator baru bahwa Eropa masih bergerak dan mengemudi menuju solusi secara menyeluruh,” kata Joerres.

Sementara itu, Enam puluh satu persen dari pengusaha India juga telah berjuang untuk menemukan karyawan yang cocok. Mereka mengatakan bahwa Tenaga Kerja lulusan baru bisnis dan teknik seringkali tidak memiliki ketrampilan keras dan lunak yang diperlukan.

Dengan kurangnya pekerja terampil, tiga puluh lima persen dari pengusaha mengalami kesulitan dalam mengisi posisi karena kekurangan bakat, proporsi tertinggi sejak 2007. Tiga puluh sembilan persen dari pengusaha AS melaporkan kesulitan dalam mengisi posisi, 10 persen kurang dari tahun lalu, dan 35 persen dari pengusaha Jerman. (FIT/Reuters)