Polisi Menggulung Penculik Bermodus Debt Collector

Jakarta, Sayangi.com – Kiprah sekelompok orang yang mengaku debt collector (penagih utang) sudah meresahkan masyarakat. Ternyata mereka juga melakukan penculikan. Untungnya, polisi segera menangkap gerombolan sadis ini.

Baru-baru ini, Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi berhasil menggulung mereka. “Kelompok ini berjumlah 14 orang, namun beberapa pelaku melarikan diri,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Selasa (11/6).

Karena melawan saat hendak diringkus, terang Rikwanto, polisi terpaksa melumpuhkan ke-6 pelaku dengan menembak kakinya. Ke-6 pelaku itu masing-masing Pius Agung, Rico Saputra, Deni Irawan, Edi Riyanto, Taufik Hidayat dan Putra Hanjaya.

Dengan modus menaguh utang, gerombolan pelaku setidaknya telah menculik sembilan orang korban dengan meminta tebusan uang.

Dalam aksinya, beber Rikwanto, sindikat penculikan itu menuduh para korban sebagai penadah mobil sewaan atau gadai, kemudian membawa paksa korban dengan alasan untuk menyelesaikan masalah.

Para tersangka juga menyekap, menganiaya dan meminta uang tebusan kepada keluarga korban, bahkan merampas kendaraan milik korban.

Salah satu kejadiannya, sebanyak 12 orang pelaku menyergap dan membawa paksa korban bernama Ende di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kampung Dua, Kranji, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (3/6) malam.

Para tersangka diperintahkan seorang pelaku yang buron berinisial JUL, korban Ende langsung diborgol dan dibawa, serta dianiaya di dalam mobil.

Rikwanto menuturkan para pelaku menculik sembilan korban dengan modus sama, kemudian mengumpulkan para korban di salah satu villa daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Polisi menerima laporan dari salah satu keluarga korban bernama Khairudin yang menyerahkan uang sebesar Rp34 juta kepada tersangka Jul, guna membebaskan korban Riko.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi melacak keberadaan tersangka dan para korban lain yang berada di Villa Gelatik Jalan Gandamanah RT 03/012, Tugu Selatan, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Selain menangkap pelaku, petugas menyita barang bukti berupa lima unit mobil, delapan unit telepon selular milik pelaku, 1 unit borgol, kunci roda, kabel listrik, kunci setir mobil, uang tunai Rp420 ribu, delapan kartu Aanjungan Tunai Mandiri (ATM), delapan lembar resi transfer dan dua lembar STNK mobil dan satu lembar STNK sepeda motor.

Para tersangka dijerat Pasal 328 KUHP tentang penculikan, Pasal 333 KUHP tentang merampas kemerdekaan seseorang dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman penjara lebih dari lima tahun. (MARD/Ant)