Adik Nasruddin Tidak Pernah Melihat “SMS” Ancaman

Jakarta, Sayangi.com – Adik Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen, Andi Syamsuddin mengaku tidak pernah melihat pesan singkat atau SMS yang ditujukan kepada kakaknya oleh mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar.

Pasalnya hanya berbekalkan pesan singkat itu, Antasari Azhar dipenjara selama 18 tahun.

“Sampai saat ini tidak pernah lihat sms ancaman itu,” katanya dalam sidang gugatan praperadilan Antasari Azhar terhadap Mabes Polri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa.

Peristiwa penembakan itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB pada 14 Maret 2009 di Modern Land, Tangerang.

Ia menyebutkan banyak kejanggalan dalam kasus penembakan yang menimpa kakak kandungnya itu, bermula saat jenazahnya hendak diautopsi ada interval waktu lima jam dari peristiwa tersebut. “Saat itu dalam kondisi menunggu apakah akan dilakukan otopsi atau tidak,” katanua.

Saat itu, kata dia, pengawalan cukup ketat kemudian tiba-tiba datang dua orang yang bernama Jefri Luamamouw dan Etza Imelda Fitri.

Keduanya mengaku sebagai teman almarhum, sedangkan saya sendiri tidak kenal dengan orang itu,” katanya.

Ia menambahkan pada saat itu, keduanya berjanji akan membantu pihak keluarga untuk mengungkap siapa dibalik dalang pembunuhan itu karena ada SMS di telepon seluler milik almarhum termasuk siapa yang pernah berbicara kelalui telepon tersebut.

“Tapi sms itu sama sekali tidak pernah di’forward’ kepada saya,” katanya.

Keduanya juga menyebutkan ada sms dari petinggi di tanah air yang bersifat ancaman. “Pada saat itu, saya tidak terlalu menggubris, saya hanya bilang kalau ada forward ke saya, tapi sampai sekarang tidak ada,” katanya.

Satu pekan kemudian, Jefri meminta adanya pemberian kuasa dari keluarga kepada dirinya bagaimana membongkar kasus itu. “Saat itu, saya mau saja asalkan sms itu diperlihatkan,” katanya.

Namun, saat dirinya berada di Jakarta, pesan singkat itu tidak pernah diperlihatkan.

Bahkan Jefri itu menyebutkan bahwa Antasari Azhar akan segera ditahan oleh Polda Metro Jaya.

Ia juga mengaku sampai sekarang belum mengecek sms itu karena barang buktinya ada di kejaksaan.

Saat Antasari Azhar menanyakan bagaimana kelanjutan dari kedua orang itu, Andi Syamsuddin menyatakan setelah pihaknya memberikan surat kuasa kepada kedua orang itu, mereka tidak pernah muncul kembali.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kesaksiannya mengatakan ia sama sekali tidak melihat ada tanda bahwa Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, almarhum Nasruddin Zulkarnaen, menerima ancaman sebelum terbunuh.

“Tidak ada (kesan seperti sedang terancam). Saya waktu ke Bandung dalam rangka liburan dan bertemu Nasruddin di factory outlet, ngobrol santai sambil berdiri sekitar 5-7 menit,” kata Anas dalam keterangannya di sidang praperadilan Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin.

Anas yang mengaku telah mengenal Nasruddin selama dua tahun itu mengatakan pertemuan terakhir dengan Nasruddin itu merupakan pertemuan yang berlangsung santai tanpa ada pembicaraan mengenai kasus yang melibatkan Nasruddin.

“(Pertemuan) itu kalau tidak keliru dua hari sebelum diberitakan meninggal. Saya tidak hapal persis tanggalnya berapa,” tambahnya. (MARD/Ant)