Penggrebegan Judi Tamparan Bagi Polda Riau

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisi III DPR RI Aboebakar Alhabsy menilai penggerebekan dua lokasi perjudian di wilayah hukum Kepolisian Resor Kota Pekanbaru oleh Bareskrim Polri merupakan tamparan keras buat Polda Riau dan Polresta setempat.

“Bila Breskrim Polri di Jakarta saja bisa mencium dua pusat perjudian di kota Pekanbaru, masak kepolisian yang berada di wilayah tersebut sampai tidak tahu,” kata Aboebakar Alhabsy melalui layanan pesan singkat di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, pusat perjudian di Jalan Sudirman dan di Jalan Nangka, Pekanbaru, ibaratnya berada di depan mata, seharusnya ditindak bukannya tutup mata.

Hal itu, kata Aboebakar, harus menjadi pembelajaran yang beharga untuk polda, polwil, dan polres di wilayah lainnya, jangan sampai tim Mabes Polri yang turun di wilayah hukum mereka untuk menyelesaikan tugas yang seharusnya menjadi tanggung jawab kepolisian setempat.

“Pengalaman ini harus menjadi motivasi satuan intel untuk meningkatkan kinerjanya sehingga dengan cepat bisa menindak tindak pidana dan penyakit masyarakat di lapangan,” katanya.

Politikus PKS itu juga menilai wajar jika Kapolda Riau dimutasi karena dinilai lalai dalam menangani pusat perjudian di Kota Pekanbaru.

Menurut dia, Kapolri memang harus memberikan penghargaan dan sanksi yang jelas atas prestasi dan kelalaian aparat polisi di jajarannya.

Penghargaan dan sanksi yang jelas ini, menurut Aboebakar, menjadi karakteristik kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo yang dapat memicu kedisiplinan anggota dalam menjalankan tugas.

“Dengan pembelajaran ini, diharapkan aparat yang bertugas tidak ada yang berani bermain mata karena dengan bandar judi,” katanya. (MARD/Ant)