BBM Tak Naik Perlemah Nilai Tukar Rupiah?

Jakarta, Sayangi.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang hingga kini masih belum terealisasi memberi implikasi pada nilai tukar rupiah. Hal tersebut dikatakan Ketua Persatuan Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Keuangan, Selasa (11/6/2013).

Menurut Sigit rencana penaikan harga BBM yang mengambang, berpotensi mengakibatkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah pada Senin (10/6/2013) kemarin menyentuh level Rp9.821 per dolar AS, atau melemah dari yang sebelumnya Rp9.806 per dolar AS. Pihaknya juga menyoroti tentang cadangan devisa yang terus menurun.

“Ini yang menyebabkan tergerusnya cadangan devisa. Di bulan Mei kemarin cadangan devisa kita sudah turun sebesar 2,3 miliar (dolar AS),” ungkapnya.

Tertekannya nilai tukar rupiah, lanjut dia, juga memberikan dampak lain pada peningkatan biaya operasi moneter Bank Indonesia.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo mengumumkan terjadi penurunan cadangan devisa sebesar 2,3 miliar dolar AS. Namun, hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Ini (menurunnya cadangan devisa RI) merupakan akibat dari langkah intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang sempat melambung,” tutupnya. (MI)