Demo BBM di Makassar Ricuh

Makassar, Sayangi.com – Demontrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Makassar, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh, Selasa.

Aksi mahasiswa di depan kampus Universitas Muhammadiyah Jalan Sultan Alauddin sebelumnya memblokade jalan hingga hampir tiga jam membuat kemacetan parah sepanjang 10 kilometer yang menghubungkan Kota Makassar – Kabupaten Gowa.

Para pengguna jalan pun mulai gerah dan menentang aksi pemblokiran jalan tersebut yang dimulai sejak Senin (10/6) kemarin, sehingga sejumlah supir angkot dan penguna jalan lainnya melakukan protes dan terjadi saling lempar.

Kejadian itu pecah sekitar pukul 16:40 WITA. Puluhan mahasiswa dan para pengunan jalan dan supir angkot saling lempar batu sehingga beberapa kaca mobil pecah berhamburan. Satu truk rusak, dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPB) di tutup.

Tidak hanya itu, restoran siap saji KFC pun menjadi sasaran pelemparan mahasiswa yang sudah tersulut emosi. Sebelumnya mahasiswa menahan tiga unit mobil, mobil tangki Pertamina Nopol DD 9741 OM, mobil truck DD 9586 IC dan mobil Kontainer DD 9863 AN untuk dijadikan panggung orasi dan menutup jalan.

“Mahasiswa sudah keterlaluan, sudah blokir jalan, dan masa kaca mobil saya pun dirusak, salah saya apa,” kata supir kontainer Abdul Latif.

Sebelumnya, para mahasiswa kemudian merengsek ke SPBU Talasalapang dan melarang adanya aktivitas serta menghimbau pengelola SPBU tersebut tidak melakukan pelayanan sampai penetapan kenaikan harga BBM Aksi gerakan tolak kenaikan BBM oleh mahasiswa menuntut pemerintah membatalkan kebijakan menaikkan harga BBM yang diyakini akan menyenserakan rakyat .

“Diminta segera menuntaskan revisi atau judicial review terhadap UU Nomor 22 tahun 2001 tentang pengelolaan migas di Mahkamah Konstitusi untuk menasionalisasi aset aser migas yg dikelola pihak asing,” tandas Korlap Aksi, Rusdi Hinga saat ini suasana di lokasi ricuh berangsur-angsur kondusif namun masih terlihat batu dan kayu berserakan di jalan raya dan pengguna jalan memilih memutar mengambil jalur lain. (RH/ANT)