Putut Kuda Hitam Pengganti Kapolri

Dengan pertimbangan pensiun relatif masih lama, tiga Perwira Tinggi bintang tiga di Mabes Polri masing-masing Kepala Bareskrim Sutarman (kelahiran 1957), Kepala BNN Anang Iskandar (kelahiran 1958), dan Kepala Lemdikpol Mabes Polri Komjen Budi Gunawan (kelahiran 1959), diperkirakan akan bersaing sengit dalam bursa pencalonan jabatan Kapolri, Agustus mendatang.

Kendati Budi Gunawan disebut-sebut sebagai Komjen termuda, namun kedekatannya dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri diperkirakan akan mengganjal pencalonannya. Peluang ada pada Sutarman yang memiliki dukungan solid di tubuh Polri dan Anang Iskandar, kepala BNN yang sebelum terpilihnya Timur Pradopo memiliki tradisi menjadi Kapolri.

Namun bisa jadi, skenario naiknya Timur Pradopo terulang dalam pemilihan Kapolri mendatang. Kalau skenario itu terjadi, maka Kepala Polda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno disebut-sebut paling berpeluang. Apalagi Putut Eko Bayuseno pernah menjadi Ajudan Presiden SBY antara 2004-2009.  “Tidak bisa dipungkiri, Putut Eko Bayuseno yang kelahiran 1961 akan menjadi kuda hitam dalam bursa pencalonan nanti,” ujar seorang pensiunan petinggi Polri yang enggan disebut namanya. (MARD)