Kemenangan Maduro Dikukuhkan CNE

 

 

 

Caracas, Sayangi.com – Kepala Dewan Pemilihan Umum Nasional Venezuela (CNE) Tibisay Lucena, Selasa, mengumumkan berakhirnya proses audit hasil pemilihan presiden 14 April (yang menjadi pertikaian) dan mengukuhkan kemenangan Presiden Nicolas Maduro dengan 50,61 persen suara.

Di dalam siaran yang ditayangkan televisi secara nasional, Lucena mengatakan proses audit menyimpulkan “tanpa perbedaan” dengan hasil sebelumnya, setelah menghitung-ulang 99,98 persen suara dalam proses yang berlangsung selama lebih dari satu bulan. Oposisi, yang telah menuntut penghitungan ulang, menolak hasil audit tersebut.

Calon presiden dari oposisi Henrique Capriles, yang kalah dari Maduro dengan selisih tipis dalam pemilihan umum pada April, berikrar akan terus menantang hasil itu.

“Keadaan takkan berubah dari satu hari ke hari lain,” kata Capriles, sebagaimana dikutip Xinhua (yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu). Ia menyebut penghitungan ulang tersebut (yang dimulai pada 29 April dan berakhir pada 9 Juni) adalah audit bohongan.

Dalam pemilihan presiden pada April, Maduro meraih 7.587.532 suara, atau 50,61 persen, sedangkan Capriles mendapat 7.363.364 suara, atau 49,12 persen. Maduro dilantik sebagai Presiden Venezuela pada 19 April.

Kepala CNE itu mengatakan audit tersebut membuktikan sistem pemilihan umum Venezuela “dilindungi lapis baja dari kecurangan dan kekeliruan”.

“Akhir pengabsahan memungkinkan kami mengatakan, sekali lagi, sistem tersebut transparan, kuat dan tidak diganggu-gugat, serta mencerminkan keinginan pemilih,” kata Lucena. (FIT/Ant)