Rupiah Anjlok Lagi

Jakarta, Sayangi.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah. Saat ini Rupiah tertekan dan berada di kisaran Rp 10.000 per US$. Padahal pada perdagangan kemarin, (11/6/2013) Bank Indonesia (BI) berhasil menguatkan (membawa turun) nilai tukar rupiah dan ditutup di angka Rp 9.828 per US$, sementara mata uang Asia lainnya mencatat pelemahan.

Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar mengatakan, melemahnya angka rupiah lebih disebabkan karena kondisi global terutama kebijakan Amerika Serikat (AS).

“Saya melihat kondisi Rupiah memang terpengaruh dari kondisi global. Karena kebijakan rencana peminjaman Bank Sentral Amerika untuk kemungkinan menghentikan quantitative easing. Kami akan pantau terus jadi atau tidak,” ujar Mahendra di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Rabu (12/06/2013).

Menurut Mahendra, dampak dari kebijakan ini tidak saja dirasakan oleh Indonesia, tetapi negara berkembang lainnya juga kena dampak yang sama. Selain dampak dari kondisi global, pelemahan Rupiah atas Dolar kemarin juga dikatakan Mahendra bisa dikarenakan faktor-faktor lain seperti subsidi bahan bakar.

“Sudah diantisipasi jadi memang terjadi di seluruh dunia. Terutama dirasakan di negara berkembang. Kemudian fokus yang selama ini mengganggu fundamental Rupiah, misalnya kondisi APBN yang kurang sehat, subsidi BBM dan sebagainya,” papar Mahendra.

Kendati demikian, Mahendra menyatakan, Kementerian Keuangan akan tetap berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk terus memonitor pergerakan Rupiah terhadap Dolar. (Nurfahmi Budi)