BBM Diperkirakan Naik 17 Juni, SPBU Buka 24 Jam

Bantul, Sayangi.com – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) buka selama 24 jam sehari menjelang kenaikan harga BBM bersubsidi.

“Kami minta SPBU juga aktif dalam mengantisipasi kenaikan harga BBM, agar tidak tutup sebelum pukul 24.00 WIB setelah pengumuman kenaikan harga BBM,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul, Sulistyanto, Kamis.

Menurut dia, instruksi tersebut disampaikan sebagai antisipasi lonjakan permintaan BBM termasuk anggapan dari masyarakat tentang dugaan penimbunan bahan bakar bersubsidi oleh SPBU pascapengumuman resmi oleh pemerintah RI.

“Biasanya pidato Presiden pengumuman kenaikan harga itu malam hari, saat itu juga SPBU harus aktif untuk melayani sampai pukul 12 malam, karena kalau tutup malah menjadi tanda tanya masyarakat seolah-olah tahu harga akan naik besoknya,” katanya.

Ia menyebutkan, di Bantul terdapat sebanyak 24 SPBU, meski tidak tahu persis berapa yang sudah buka dan belum selama 24 jam, maka pihaknya memperkirakan sekitar 50 persen belum 24 jam terutama yang terdapat di ruas jalur tidak padat.

“Biasanya dari Pertamina juga akan menyampaikan ke SPBU kalau akan ada pengumuman resmi, karena bukan tidak mungkin pidato presiden digelar malam hari pada jam biasanya SPBU (non 24 jam) sudah tutup,” katanya.

Menurut dia, selain membuka 24 jam, SPBU juga diminta menyiapkan stok BBM sesuai kapasitas delivery order (DO), agar dapat mengoptimalkan pelayanan kepada pembeli hingga pukul 24.00 WIB, jika habis sebelum waktunya maka pasang tanda.

“Jadi pada saat pukul 12 malam SPBU sudah menyiapkan harga baru sesuai ketetapan, pada saat itu juga SPBU sudah tidak melayani pembelian eceran menggunakan jerigen untuk menghindari masalah sosial,” katanya.

Menurut dia, antisipasi persiapan sehari menjelang kenaikan harga itu pihaknya juga sudah menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama tim pengendalian BBM yang terdiri dari SPBU, Pertamina, Hiswana Migas dan kepolisian setempat.

“Ini menjadi hal yang paling utama dalam antisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat pra, hari H dan pascakenaikan harga. Artinya dari Kodim dan Polres dan teman-teman SPBU ketika ada kenaikan sudah koordinasi untuk pengamanan,” katanya. (FIT/Ant)