BI Rate Naik, Kebijakan Moneter Akan Diperketat

Jakarta, Sayangi.com – Suku bunga acuan atau BI rate naik menjadi enam persen. Hal tersebut dinilai sebagai sinyal yang dikeluarkan bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter enam bulan ke depan.

“Ini merupakan sinyal bahwa BI akan memperketat kebijakan moneternya enam bulan ke depan. Dengan kenaikan BI rate ini kredibilitas BI naik,” kata Ekonom Senior Bank Standard Chartered Fauzi Ichsan di Jakarta, Kamis (13/6/2013).

Dia menilai keputusan menaikkan BI rate merupakan langkah di luar asumsinya.

Menurut dia keputusan itu merupakan keputusan yang berani dilakukan oleh Gubernur BI yang baru, Agus Martowardojo.

“Dulu asumsi kita, BI hanya berani menaikkan Fasbi. Dengan menaikkan BI rate, artinya ini keputusan yang berani, karena mengundang perhatian DPR dan politisi yang selama ini mendorong BI menekan suku bunga bank,” kata dia.

Dia mengatakan kenaikan BI rate akan direspon perbankan dengan menaikkan suku bunga kredit, namun tidak akan terlalu berdampak bagi masyarakat.

“Kenaikan itu akan berdampak pada naiknya suku bunga bank, namun tidak terlalu berpengaruh terhadap masyarakat, karena selama ini suku bunga kredit sudah dua digit,” ujar dia.

Di sisi lain menurut dia, bunga Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (Fasbi rate) akan kembali mengalami kenaikan setidaknya 25 basis poin pada bulan depan. Kondisi itu untuk memperkecil spread atau jarak dengan BI rate. Namun hingga akhir tahun tidak menutup kemungkinan total kenaikan Fasbi mencapai 100 basis poin.

“Kenaikan BI rate yang hanya sebesar 25 basis poin jarang terjadi, hanya sekali saja, biasanya akan kembali naik di bulan berikutnya, beda halnya kalau kenaikan BI rate langsung 50 atau 100 basis poin. Dengan naiknya BI rate, bunga Fasbi cenderung mengikuti,” kata dia.