Pemuda Madura Minta BPWS Dibubarkan

Bangkalan, Sayangi.com – Pemuda Madura meminta pemerintah sebaiknya membubarkan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) karena kinerja institusi itu dinilai tidak efektif bekerja membangun Madura dan terkesan hanya menghabiskan uang negara.

Ketua Umum Himpunan Generasi Muda Madura (Higemura) Muhlis Ali mengatakan, dari awal dibentuk hingga sekarang ini, kinerja BPWS tidak jelas hasilnya dan hanya berkutat pada urusan teknis, dan singkronisasi pembangunan, sehingga cenderung hanya menghabiskan uang negara.

“Disamping itu, menurut pengamatan kami, BPWS itu cenderung hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tanpa memperhatikan aspirasi masyarakat Madura di empat kabupaten,” katanya seperti yang dirilis kepada wartawan di Pulau Garam itu, Minggu (16/6).

Selain itu, BPWS juga tidak melibatkan secara utuh berbagai elemen masyarakat Madura, serta tidak memahami karakter dan budaya masyarakat Madura, sehingga sering terjadi kesalahpahaman.

Seharusnya, kata mantan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu, pemerintah pusat mengakomodir putra-putri terbaik Madura untuk terlibat secara aktif pada penataan dan pengelolaan pembangunan di Pulau Garam. Bukan justru mendatangkan tenaga dari luar Madura, sedangkan mereka tidak mengetahui sama sekali tentang sifat dan karakter orang Madura.

“Ini penting, karena kami selaku kelompok pemuda Madura tidak ingin dijajah dengan alasan untuk kemajuan pembangunan yang pada akhirnya justru akan merusak moral dan tatanan sosial budaya di Madura,” kata dia.

Muhlis Ali yang juga Direktur Pusat Pengkajian Jakarta (PPJ) ini lebih lanjut menyaraNkan, pemerintah sebaiknya membentuk tim khusus, baik berupa badan ataupun jenis institusi lain yang fokus menangani pembangunan di Madura dan dikelola oleh orang-orang Madura sendiri dari empat kabupaten di wilayah itu.

Ia juga menilai, lambatnya realisasi pembangunan di Madura juga tidak lepas dari lemahnya kinerja para pengurus BPWS, disamping badan itu memang tidak mampu bekerja.

“Bayangkan, sudah empat tahun jembatan Suramadu dioperasionalkan, namun hingga saat ini belum ada perkembangan pembangunan yang cukup berarti di Madura ini. Bahkan untuk melakukan pembebasan lahan saja BPWS tidak mampu,” kata Muhlis Ali.

Disamping karena lemahnya kinerja BPWS, putra kelahiran Bangkalan ini juga menilai, lambatnya pembangunan di sekitar jembatan Suramadu ini juga lebih disebabkan, karena pimpinan pemerintahan di Pemprov Jatim dibawah kendali Soekarwo juga kurang serius membangun Madura, kendatipun tokoh ini diusung menjadi pemimpin Jatim oleh warga Madura. (HST)