Karzai Tuding Pakistan Masuki Wilayah Strategis Afghanistan

Kabul, Sayangi,com – Pemerintah Pakistan marah terhadap pernyataan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai yang menuding badan keamanan Pakistan mendestabilisasi Afghanistan baru-baru ini.

Karzai dalam sebuah wawancara dengan televisi Geo Pakistan di Kabul pekan ini mengkritik militer dan Badan Intelijen Pakistan. “Ada upaya mereka (Militer dan badan Intelijen Pakistan. Red) untuk melemahkan dan membuat Afghanistan tidak stabil dengan menggunakan ekstrimis agama sebagai alat,” katanya.

Karzai juga menuduh bahwa Pakistan sedang mencoba untuk masuk dalam wilayah strategis Afghanistan. Karzai bahkan mengatakan, tidak akan pernah membiarkan negara mereka membuat sebuah kebijakan strategis untuk Pakistan. Ia juga memperingatkan Pakistan agar memiliki kontrol ke Afghanistan dalam hal hubungan luar negerinya dengan Afghanistan.

Kementrian Luar Negeri Pakistan serta merta menolak pernyataan Karzai yang dirasa telah melakukan fitnah terhadap pemerintahannya.

“Pemerintah Pakistan telah mencatat pernyataan terbaru negatif yang keluar dari mulut Presiden Hamid Karzai terhadap salah satu lembaga negara di Pakistan,” kata juru bicara Kementrian Luar Negeri Pakistan.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran lokal, lanjut dia, Presiden telah berusaha untuk menciptakan kesan seakan-akan beberapa institusi di Pakistan tidak setuju dengan perdamaian di Afghanistan.

“Dalam konteks ini, mempromosikan perdamaian dan stabilitas ke Afghanistan merupakan pilar penting dari kebijakan luar negeri Pakistan yang didukung oleh semua lembaga negara. Namun, keberhasilan kebijakan ini memerlukan timbal balik dan niat baik dari pemerintah Afghanistan,” jelas juru bicara Kementrian Luar Negeri Pakistan.

Juru bicara Pakistan menambahkan, hal itu dilakukan untuk kepentingan kedua negara yang ingin bersama-sama dalam mengatasi serangan umum terorisme dan ekstrimisme yang ada di kedua wilayah negara.

“Pakistan terus mendukung upaya rekonsiliasi di Afghanistan dengan sungguh-sungguh untuk mencapai perdamaian yang abadi serta tercipta stabilitas yang tinggi,” ujarnya. (FIT/Xinhua)