BLSM Kacau, Akbar Tandjung: Ini Pelajaran Bagi Pemerintah

Foto: ANT

Jakarta, Sayangi.com – Bantuan Langsung Sementara Masyarakat sebagai kompensasi penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menuai masalah. Pada praktiknya, masih banyak penerima BLSM yang menolak dan tidak tepat sasaran.

“BLSM tidak berjalan baik. Ini jadi pelajaran untuk pemerintah, agar segala kebijakan dalam aplikasinya dipersiapkan dengan baik,” kata politisi senior Partai Golkar Akbar Tandjung di sela-sela diskusi bertajuk “Setelah BBM Dinaikkan: Dampaknya Terhadap Ekonomi dan Politik” di Akbar Tandjung Institute, Jakarta, Rabu (3/7/2013) sore.

Ia menuturkan, masyarakat sangat berharap sekali dengan BLSM. Menurutnya, walaupun untuk kelas menengah ke atas itu tidak seberapa, tapi buat rakyat kecil itu lumayan besar.

Pemerintah dalam kebijakannya, lanjut dia, harus mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak sesuai harapan. Ia juga meminta agar bantuan ini tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

“Pembagian BLSM, semakin cepat semakin baik. Jangan ditunda-tunda. Kalau ditunda, terkesan mencari dampak politik jelang pemilu atau untuk kepentingan politik tertentu,” imbuhnya.

Bila dijelaskan dari segi teknis, Akbar melihat BLSM memang tidak bisa dimanfaatkan secara politik. Tapi apa pun, sambung dia, bisa dipolitisir juga. Hal itu bisa terjadi karena yang membuat kebijakan BLSM itu presiden yang notabene Ketua Umum Partai Demokrat.

“Dengan kata lain, masyarakat tahu ini kebijakan pemerintah. Pemerintah itu dipimpin SBY. SBY itu siapa? Jadi secara tidak lagsung Demokrat yang akan dilihat,” cetusnya.

Akbar juga menanggapi, BLSM dari sisi keuntungan bagi politik partai yang masuk koalisi pemerintahan tidak terlalu banyak berpengaruh. Di kalangan koalisi seperti PKS masih menurut dia, itu juga berbeda.

“PKS jadikan tema anti kenaikan BBM, namun di lain pihak mereka setuju BLSM. Ini tidak fair,” pungkasnya. (MI)