Wakapolda Metro : Bandar Narkoba Akan Terus Dikejar

Foto : Yan Zavin

Jakarta, Sayangi.com – Dengan mengharap bantuan masyarakat, Satuan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya akan terus mengejar bandar narkoba hingga ke sarang-sarangnya.

Demikian Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Metro Jaya Brigjen Pol Sujarno dalam sambutan acara pemusnahan narkoba, di kawasan Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta, Rabu (3/7) pagi tadi.

Sujarno juga mengungkap, Polda Metro Jaya tidak henti-hentinya menangkap pelaku. Pengedar narkoba internasional saat ini selalu menemukan modus-modus baru dalam setiapkali melakukan aksinya, hal ini akan menjadi tantangan aparat kepolisian dan masyarakat secara umum untuk mengikuti dan memantau gerak-gerik pelaku.

“Polda Metro Jaya juga akan berupaya secara represif untuk melakukan kersama dengan elemen-elemen terkait yang mempunyai kepedulian terhadap bahaya narkoba,” kata Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Sujarno, dalam sambutannya di acara Pemusnahan barang bukti Narkoba di di Tungku areal Pemunsnahan Narkoba dan Dokumen milik Angkasapura, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (03/7).

Oleh karenanya, lanjut Sujarno, masyarakat luas perlu dilibatkan dalam pemberantasan narkoba. Peran masyarakat dan kehadiran masyarakat dalam memberikan informasi sangat dibutuhkan demi ikut melancarkan usaha-usaha yang dilakukan oleh petugas dalam memberantas narkoba.

Hal senada diungkap Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nugroho Aji. Dalam sambutan pertanggung jawabannya di acara Pemusnahan barang bukti narkoba, petugas akan selalu memberikan kenerja yang baik guna memberikan kepercayaan terhadap masyarakat sehingga masyarakat juga tidak segan-segan ikut membantu memberantas narkoba.

Lebih lanjut dijelaskan, adanya pemusnahan itu tidak lain agar masyarakat tahu bahwa narkoba yang disita benar-benar dimusnahkan, juga untuk dengan maksud menghindari penyelewengan-penyelewengan terhadap barang bukti narkoba yang disitia oleh oknum-oknum tertentu.

Semua barang bukti yang disita itu berasal dari dalam dan luar negeri, yaitu luar negeri di antranya; Iran, Malaysia, Mianmar, Belanda, Cina, Tailan, sedangkan yang dalam negeri di antaranya; Medan, Kalimantan, Jakarta,  Aceh, Bandung, Surabaya, Bali, dan yang lainnya.

“Narkoba ini yang menhancurkan generani bangsa, kejahatan narkoba adalah kelompok yang terorganisir, axtra originerik yang tidak hanya dilakukan di satu negara,” kata Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nugroho Aji, Rabu (03/7). (Yan Zavin).