Puluhan Sopir Angkutan Demo Jokowi

Foto: Sayangi.com/Yan Zavin

Jakarta, Sayangi.com – Puluhan orang massa gabungan dari 13 elemen masyarakat pengemudi angkutan umum dan masyarakat pemilik angkutan lingkungan kendaraan roda tiga di DKI Jakarta mengadakan unjuk rasa di di depan Gedung Balaikota DKI, Jakarta, Kamis (4/7).

Massa berasal dari Koperasi Surya Kencana (KSK), Koperasi Karya Maju (KKM), koperasi Kolamas Jaya (KKJ), Koperasi Jasa Angkutan (Kojang), Koperasi Usaha Bersatu (KUB), PT Lestari Surya Gema Persada (Lestari Surya-GP), PT Riyan Kilat, Serikat Pengemudi Angkutan Bermotor Seluruh Indonesia (SPABSI), LSM-Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB), LSM-Gerakan Anti Korupsi, LSM-Pelopor, Paguyuban Pemilik Angkutan Bajaj Jakarta (Pasaba), dan Asosiasi Muslim Profesional (AMPRO).
 
Para demontran itu menuntut peninjauan kembali program kebijakan Kepala Dinas Provinsi DKI Jakarta, Safrin Liputo, tentang seleksi atau pelelangan paket investasi jasa angkutan masyarakat dan tentang Rayonisasi Operasional Kendaraan setiap wilayah kota oleh Pemprov DKI.
 
Mereka mensinyalir telah terjadi kongkalikong dan penyimpangan penyalahgunaan otoritas kewenangan jabatan oleh Kepala Dinas Pemprov DKI dengan dalih UU Peraturan dan berkedok investasi pelelangan atau seleksi jasa operator angkutan lingkungan. Kebijakan itu dianggap menyesatkan dan merugikan masyarakat pengemudi angkutan dan merugikan para pemilik angkutan lingkungan kendaraan 2-tak se DKI Jakarta.

“Dengan ini kami menyampaikan pernyataan sikap dan meminta kepada Yang Terhormat Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Jokowi-Ahok, agar bersikap bertindak tegas tidak ragu-ragu, tidak tulalit dan tidak pelintat pelintut,” teriak salah satu orator dari perwakilan angkutan bajaj, Kamis (4/7).

Para pengunjukrasa mendesak agar mereka dapat dipertemukan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Jakarta untuk menyampaikan secara langsung tuntutannya. Mereka mengancam jika tidak ditemui, maka para demontran yang kebanyakan terdiri dari sopir bajaj itu akan membakar bajaj dan akan merobohkan pagar Gedung Balaikota.

Hingga berita ini dilaporkan, para pengunjukrasa belum berhasil menemui Gubernur Joko Widodo ataupun Wakil Gubernur Basuki Tjahja Purnama. Keduanya dikabarkan tidak berada di tempat karena sedang ada tugas lain. (HST)