Wih…. Minum Air Dingin Rusak Pencernaan

Foto/Ilustrasi: google.com

Jakarta, Sayangi.com – Suka minum air dingin setelah makan? Jika iya, sebaiknya kebiasan itu segera dihentikan. Menurut ilmu kedokteran, minum air dingin setelah makan dapat membekukan makanan berminyak yang baru saja kita konsumsi. Pembekuan ini dapat memperlambat pencernaan. Apabila sudah mengendap dan bereaksi dengan asam, maka akan merusak proses pencernaan. Selain itu juga diserap usus lebih cepat dari makanan padat. Hal ini yang dapat menyebabkan terjadinya penimbunan lemak juga menjadi penyebab kanker. Bahaya sering mengkonsumsi air dingin antara lain:

•Dapat menyebabkan perut menjadi buncit

Air dingin yang kita minum tidak dapat langsung diserap dan diterima begitu saja oleh tubuh kita akan tetapi mengalami proses penghangatan terlebih dahulu oleh tubuh yang dilakukan oleh saluran pencernaan lain terutama lambung yang terdapat dalam rongga perut. Sementara proses penghangatan itu terjadi bantalan lemak pada perut  juga ikut berperan besar dalam proses ini, sehingga jika kita sering mengkonsumsi air dingin, maka tubuh kita secara otomatis juga akan mengimbanginya dnegan mempertebal bantalan lemak pada perut kita agar proses penghangatan ini berjalan maksimal

•Dapat menyebabkan perut menjadi kembung

Pada dasarnya orang kan lebih sehat apabila mengkonsumsi makanan yang mendekati suhu tubuh. Sementara apabila mengkonsumsi makanan dingin, maka saraf- saraf disekitar mulut, tenggorokan sampai perut bagian atas, akan terangsang secara mendadak. Selaput lendir disekitarnya akan ikut terangsang atau mengerut walau cuma sedikit. Enzim dan cairan lambung akan bereaksi dengan cepat terhadap suhu dingin sehingga perut akan terasa keram atau kejang. Selain itu dnegan meminum air dingin akan mengubah tata cara kerja alat didalam tubuh. Akibat tidak langsung dari reaksi tersebut adalah timbulnya sedikit gas dalam perut yang bisa menyebabkan perut kita kembung.

•Dapat menyebabkan lemak menjadi susah dicerna

Minum air es setelah makan pada dasarnya dapat mengeraskan lemak dari makanan, sehingga lemak hanya dapat dicerna sebagian saja dan menyebabkan mereaksi dengan asam lambung, sehingga menyebabkan efek buruk buat saluran pencernaan.(FIT/berbagaisumber)