Akbar: Elektabilitas Ical Akan Dievaluasi

Foto: Dok/Ist

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tandjung mengakui elektabilitas calon presiden (capres) partainya masih di bawah 10 persen. Ia pun berharap segera dilakukan evaluasi jika popularitas Ketua Umum DPP Partai Golkar Abu Rizal Bakrie (Ical) sulit merangkak naik.

“Pak Ical masih di bawah 10%. Survei CSIS 7%, terakhir 9%. Ini perlu dievaluasi, tapi tetap keputusan Rapimnas dijalankan, dimana Ical ditetapkan sebagai Capres Golkar,” ujar Akbar di sela diskusi bertajuk “Setelah BBM Dinaikkan: Dampaknya Terhadap Ekonomi dan Politik” di Akbar Tandjung Institute, Jakarta, Rabu (3/7) sore.

Menurutnya, perlu menjadi bahan kajian atas elektabilitas capres Golkar yang sulit menyaingi capres lain yang ada. Akbar meminta internal Golkar untuk mencari tahu apa penyebabnya. “Tentu di dalamnya ada evaluasi internal. Bagaimana sikap partai atas peluang ke depan. Tapi tetap Ical capres, karena sudah diputuskan Rapimnas. Kalau tidak ada keinginan merubah, tidak akan berubah elektabilitasnya,” selorohnya.

Namun, untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014, Akbar optismis bahwa Golkar  akan meraih suara terbanyak. “Kami tetap perhitungkan partai lain. Golkar harus terus berupaya agar tetap nomor satu. Untuk itu, kita akan gencarkan konsolidasi. Karena itu faktor penting. Kekurangan Golkar dibanding PDIP adalah soal soliditas partai. PDIP lebih nampak,” ungkap Akbar.

Politisi senior partai beringin itu mengakui mesin partai PDIP lebih solid. Akbar melihat kegagalan di beberapa pilkada nampak sekali perbedaan Golkar dengan PDIP yang semangat, confidence, dan solid. Akbar menambahkan, PDIP selalu percaya untuk menang. Semangat ini yang menurutnya belum bisa dioptimalkan dan efektifkan Golkar. Padahal masih dijelaskan dia, dalam Pileg semangat seperti itu sangat penting untuk mengeruk suara.

Akbar mengaku pesaing dekat Golkar saat ini adalah PDIP dan Demokrat. “Tapi Demokrat sekarang mencoba recovery, dengan adanya konvensi mereka akan bisa naik kembali. Dua partai ini besar dan pernah jadi pemenang pemilu. Partai yang pernah menang, wajar untuk ingin jadi pemenang kembali. Golkar juga bertekad menang,” paparnya.

Akbar menuturkan, saat pembekalan di Bali beberapa waktu lalu, Golkar saat  ini fokus untuk agenda pemenangan Pileg. Karena menurutnya Pileg yang menentukan dukungan suara riil partai. Selain itu, dari hasil Pileg, Golkar juga akan memastikan kemungkinan nyapres tanpa koalisi.

“Pemilu 2014, Pileg lebih jadi perhatian. Kalau Pak Ical masih di bawah 10 persen, kita perlu duduk kembali. Mencermati hasil pemilu, dan elektabilitas capres. Kedua itu jadi bahan kajian langkah partai ke depan,” demikian Akbar. (HST)