Kudeta Mursi: Obama Prihatin

Foto: Reuters

Amerika Utara, Sayangi.com – Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, prihatin dengan aksi militer yang mengkudeta Presiden Mesir pertama Mesir setelah era Reformasi, Mohammed Mursi.

“Kemitraan yang berlangsung lama antara Amerika Serikat dan Mesir didasarkan pada kepentingan dan nilai-nilai bersama, dan kami akan terus bekerja dengan orang-orang Mesir untuk memastikan bahwa transisi Mesir menuju demokrasi ini akan berhasil. Angkatan bersenjata harus bergerak cepat dan bertanggungjawab untuk mengembalikan otoritas penuh pada pemerintahan sipil yang terpilih secara demokratis,” kata Obama dalam pernyataan resminya seperti dikutip dari kantor berita AP.

Dia juga mengatakan AS akan meninjau apakah Mesir masih memenuhi syarat untuk diberikan bantuan ekonomi dan militer sebesar US$1,5 miliar setiap tahunnya.

Editor BBC untuk Amerika Utara, Mark Mardell mengatakan, pemerintahan Obama tampak tidak begitu kecewa dengan apa yang telah terjadi di Mesir. Tetapi ia juga khawatir kejadian ini bisa memicu keadaan yang kacau, tidak demokratis dan penuh kekerasan di masa depan mengingat sebelumnya Mesir dipegang oleh rezim militer yang otoriter.

Mardell mengatakan, yang terjadi saat ini di Mesir adalah seorang presiden yang dipilih secara demokratis baru saja digulingkan oleh rakyatnya sendiri karena tidak mempedulikan tuntutan mereka. Ini bisa terjadi pada siapa saja termasuk Obama.

Menurut Mardell, kejadian ini mungkin menjadi masalah yang selalu ada dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang secara teori sangat antusias terhadap demokrasi, tapi pada prakteknya ada ketakutan bila orang komunis atau Islamis yang akhirnya terpilih oleh publik.

Selain itu, Obama juga tidak ingin memberikan kesan bahwa AS memilih siapa yang harus memerintah di dunia Arab. Oleh karena itu dalam pernyataannya Obama beberapa kali mengatakan kejadian ini berpulang kepada rakyat Mesir sendiri. (FIT/bbc)