Komunitas Rekanan Tuntut Kasudin Jakarta Timur Dipecat

Foto: Sayangi.com/Yan Zavin

Jakarta, Sayangi.com – Komunitas Rekanan Jakarta Timur (KRJT) melakukan aksi demo di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (4/7) atas perilaku Kasudin Perumahan dan Gedung Pemda Kota Administrasi Jakarta Timur terkait proses Penunjukan Langsung (PL) yang menyalahi aturan Pepres Nomor 70 tahun 2012.

KJRT mempertanyakan tentang pembagian 200 paket PL yang dinilai tidak sesuai aturan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah. Pendistribusian Paket juga tidak merata dengan tumpang tindih anggaran 2012-2013. Menurut pengunjuk rasa, proyek besar (anggaran besar) juga dipecah-pecah untuk menghindari pelelangan umum, dan ada setoran 30 % kepada setiap individu yang mendapatkan paket pekerjaan sekaligus mengajukan permintaan untuk memperoleh paket pekerjaan.

Info yang dihimpun Sayangi.com bahwa paket kegiatan PL pada tahun 2012 diberikan kepada orang-orang tertentu alam jumlah signifikan. Tindakan itu juga berlanjut pula pada tahun 2013, dimana paket PL sudah dibagikan kepada beberapa oknum yang diduga sebagai kroni Kasudin Perumahan dan Gedung Pemda Kota Administrasi Jakarta Timur. Akhirnya paket PL dimonopoli oleh orang-orang tertentu sedangkan rekanan yang lainnya sulit mendapatkannya. Diduga untuk memuluskan aksi ini, informasi Kegiatan Pelaksanaan Proyek juga sengaja tidak disosialisasikan secara optimal.

“Kasudin Perumahan dan Gedung Pemda Jaktim tidak pernah bisa kami temui, sedangkan oknum tertentu yang datang dari luar Jakarta Timur telah memperoleh pekerjaan dalam jumlah yang tidak sedikit dan pekerjaan sudah selesai dilaksanakan,” kata Koordinator Lapangan (korlap), Edison Alfa Siagian, kepada Sayangi.com di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (4/7).

Lebih lanjut Edison menjelaskan bahwa “Setiap jam kerja kami sudah berusaha bertemu dengan Kasudin Perumahan dan Gedung Pemda Kota Administrasi Jakarta timur, maupun stafnya, agar kami diikut sertakan dalam pelaksanaan kegiatan PL pada unit tersebut, tapi tidak pernah berhasil. Sangat sulit menemuinya,” katanya lagi.

Oleh karenanya, demonstrasi yang terdiri dari Komunitas Rekanan Jakarta Timur ini meminta dan mendesak kepada pemerintah Pemprov DKI Jakarta, dan DPRD DKI Jakarta agar melakukan tindakan administrasi berupa pemecatan dan tindakan hukum terhadap Kasudin Perumahan dan gedung Pemda Jakarta Timur atas pembagian paket pekerjaan yang tidak adil. Para demonstran juga mensinyalir keterlibatan anggota DPRD dalam dugaan persekongkolan tersebut.

“Menurut Kasudin, Ir. Joko Karsono Dawoed dan Kasie Perencanaan, Ir. Kusno, Sudin Perumahan dan Gedung Pemda, proyek-proyek Penunjukan Langsung adalah merupakan jatah anggota DPRD DKI Jakarta,” pungkasnya.

Dari pantauan di lapangan, para demontran mencoba berusaha masuk ke dalam pintu gerbang Gedung DPRD DKI dalam kondisi hujan-hujanan. Namun, petugas polisi berhasil menghalangi aksi tersebut. (HST).