Unasur Perkarakan Pembatasan Amerika atas Morales

Foto: Reuters

La Paz, Sayangi.com – Presiden Bolivia Evo Morales tiba di negaranya, disambut sebagai Pahlawan (3/7). Ia mengatakan, negara-negara Eropa menolak pesawatnya untuk masuk ke wilayah negara mereka karena dianggap dirinya membawa buronan AS sekaligus mata-mata, Edward Snowden. Morales menganggap hal itu adalah provokasi untuk menyudutkan negara-negara Amerika Selatan.

Morales disambut oleh kabinetnya dan bersorak-sorai, tangan kiri yang membentuk menjadi tinju mewarnai sekumpulan pendukungnya di bandara La Paz setelah perjalanan dramatisnya dari Moskow yang memicu ketegangan diplomatik ketika pesawatnya harus berhenti di Wina Selasa (2/7) malam.

“Ini adalah provokasi terbuka,” kata Morales, rambutnya penuh dengan kelopak bunga yang dilemparkan oleh masyarakat yang menggunakan pakaian tradisional di Andean. “Imperialisme Amerika Utara menggunakan rakyatnya untuk menakut-nakuti dan mengintimidasi kami. Aku hanya ingin mengatakan mereka tidak membuat kami takut, karena kami adalah orang-orang bermartabat dan berdaulat,” tegasnya

Para pemimpin Amerika Latin lainnya juga marah atas insiden pesawat yang berisikan 12 kepala negara Amerika Selatan dalam blok Unasur. Mereka mencela tindakan itu dengan perbuatan tidak senonoh dan tidak dapat dibiarkan begitu saja. 

Unasur mengatakan, mereka akan mengadakan pertemuan puncak darurat di Bolivia pada hari Kamis (4/7) untuk membahas masalah tersebut. Unasur merupakan kumpulan blok Amerika Selatan sayap kiri Bolivia seperti Venezuela, Ekuador dan Argentina serta pemerintah lebih sentris seperti Chili dan Brazil.

Sebelumnya pada hari Rabu, Bolivia menuduh Amerika Serikat mencoba untuk “menculik” Morales, setelah pesawatnya tidak diijinkan untuk terbang di atas Perancis dan Portugal.

Pemerintah Bolivia mengatakan telah mengajukan keluhan resmi terhadap PBB dan mempelajari jalur hukum lain untuk membuktikan haknya telah dilanggar di bawah hukum internasional.

Duta Besar Bolivia untuk PBB, Sacha Llorenti Soliz, mengatakan, “Kami tidak meragukan bahwa itu adalah perintah dari Gedung Putih. Harusnya tidak boleh ada larangan Presiden terbang hingga mengakibatkan pengalihan rute dan dipaksa mendarat di negara lain . “

Gedung Putih menolak berkomentar mengenai dugaan Bolivia tersebut.

Pada kenyataannya, Snowden tidak ada di pesawat ketika mendarat di Wina, kata seorang pejabat Austria. Dia diyakini terdampar di ruang transit bandara Moskow dan Amerika Serikat telah berusaha untuk mendapatkannya karena ia mengungkapkan rincian program rahasia surveilans bulan lalu.

Kehebohan itu adalah putaran terbaru dalam laga yang telah mengangkat perdebatan hak-hak privasi dan keamanan nasional. Tuduhan pengawasan AS pada negara-negara Eropa juga telah membuat tegang hubungan transatlantik.

Perancis mengatakan pada hari Rabu bahwa perundingan perdagangan bebas antara Uni Eropa dan Amerika Serikat harus ditunda dua minggu dari waktu yang telah diberikan. Atas laporan media, berasal dari kasus Snowden, Washington memata-matai blok 28-negara.

Presiden AS Barack Obama dan Kanselir Jerman Angela Merkel, Rabu sepakat untuk mengadakan pembicaraan antara pejabat keamanan mereka dalam beberapa hari mendatang dengan agenda surveilans AS dan masalah keamanan. (FIT/Reuters)