Ketika Jokowi Jalan-Jalan Bersama Kaum Difabel

Foto: Sayangi.com/Zavin

Jakarta, Sayangi.com – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama kaum difabel (different ability) meninjau langsung berbagai fasilitas umum di Jakarta, Kamis (4/7) ini. Menggunakan bus TransJakarta, aksi jalan-jalan itu berlangsung sekitar 45 menit.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jokowi benar-benar merasakan bagaimana sulitnya menggunakan sarana transportasi di DKI Jakarta bagi kaum difabel. Kepala Unit Pelaksana Teknis Transjakarta Pergaulan Butar-butar yang juga ikut serta dalam program jalan-jalan Jokowi itu menyatakan, Transjakarta akan memaksimalkan petugasnya dalam membantu kaum difabel di lapangan. Hal ini akan jadi standar kerja Pelaksana Teknis Transjakarta.

Jokowi mencatat beberapa kendala, misalnya trotoar yang tidak rata. Mestinya, kata Jokowi, di trotoar itu harus ada petunjuk yang mudah diakses dan tidak menyulitkan mobilitas kaum difabel. Catatan kedua adalah mengenai akses ke shelter atau tempat pemberhentian bus TransJakarta, masih banyak shelter yang tidak dilengkapi jalur khusus bagi pengguna kursi roda, tidak juga ada loket khusus bagi kaum difabel. Jokowi juga melihat tidak adanya safety belt buat kalangan difabel. 

Lebih jauh, mantan Walikota Solo ini juga menegaskan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) gedung-gedung di DKI Jakarta nantinya harus mencantumkan ketersediaan akses bagi kaum difabel. Dengan itu, diharapkan mobilisasi kaum difabel akan lebih mulus. “Saya akan terus berupaya melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, perwakilan difabel, Dinas Perhubungan DKI, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, serta Dinas Sosial DKI untuk mengupayakan perbaikan fasilitas bagi difabel. Setiap IMB yang ada di bawahnya harus dicantumkan bagi disabilitas. Kalau kita ndak ke lapangan, kita ndak bakal ngerti sulitnya mobilitas teman-teman,” tutup Jokowi. (MSR)