Indonesia Siaga Kemungkinan Terburuk di Mesir

Foto: Setkab.go.id

Jakarta, Sayangi.com – Pemerintah Indonesia minta warga negara Indonesia (WNI) di Mesir tidak melibatkan diri dalam kekisruhan politik. WNI juga diminta menghindari tempat-tempat yang dianggap rawan.

“Diharapkan semua WNI kita bisa selamat dari kemungkinan buruk yang terjadi pada masa transisi,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Pasha di Istana Negara, Kamis (4/7).

Dijelaskan oleh Julian, hingga saat ini Pemerintah belum ada rencana untuk memulangkan seluruh WNI di Mesir. Presiden SBY hanya memerintahkan Duta Besar Indonesia Nurfaizi Suwandi untuk terus memperhatikan situasi politik dan keamanan di Mesir. Jika memburuk, menurut Julian, Presiden SBY telah memberi perintah mengantisipasi, termasuk memfasilitasi kepulangan WNI.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia di Mesir Nurfaizi Suwandi menegaskan, himbauan Pemerintah itu disampaikan tidak hanya di lingkungan Kedutaan Besar RI di Kairo, tapi juga ke kantung-kantung yang menjadi tempat konsentrasi mahasiswa Indonesia di Mesir. Dalam imbawannya, Kedubes RI menganjurkan para mahasiswa tidak mendatangi tempat-tempat rawan, selalu berhubungan dengan teman, dan selalu mengadakan kontak dengan KBRI. Imbauan itu berlaku juga untuk para pengusaha Indonesia dan TKI di Mesir.

Sebelumnya, Presiden SBY lewat akun Twitter-nya (bertanda *SBY*, artinya di-tweet langsung oleh Presiden) ikut menyuarakan pendapatnya tentang kondisi terakhir di Mesir: “Pkl 02.15, jelang dini hari, Dubes kita Nurfaizi, melaporkan peristiwa yg dramatis di Mesir: penggulingan Presiden Morsi. Peristiwa ini kejutkan dunia, termasuk Indonesia. Kita berharap transisi demokrasi di Mesir bisa berlangsung baik & damai.”

“Kepada Dubes Nurfaizi saya instruksikan, jika situasi polsoskam memburuk, jaga keamanan KBRI & seluruh WNI, termasuk para mahasiswa kita. Kepada seluruh WNI, saya minta untuk hindari tempat-tempat berbahaya dan jangan libatkan diri dalam urusan domestik Mesir.”

“Saya ingat, tahun 2011 di Bali, Presiden Obama dan Menlu Hillary Clinton minta pandangan saya tentang prospek demokratisasi di Mesir. Saya katakan pada Obama dan Hillary, peran militer sangat menentukan dalam transisi demokrasi. Hal ini juga berlaku di Mesir. Kepada Obama juga saya katakan, dulu militer Indonesia dukung penuh demokratisasi, seraya lakukan reformasi internal.”

“Saya telah pula sampaikan pendapat serupa pada banyak kepala negara terkait perbandingan transformasi politik di Mesir dengan pengalaman RI. Bangsa yang baru alami perubahan politik yg dramatis, mesti jalankan rekonsiliasi. Tak bijak lakukan pembersihan habis-habisan.”

Penggulingan Mursi diumumkan Panglima Angkatan Bersenjata Mesir, Jenderal Abdul Fatah al-Sisi, pada Rabu, 3 Juli 2013 waktu setempat. Jenderal al-Sisi juga mengumumkan pengangkatan Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir Adli Mansour sebagai Presiden sementara sampai pemilihan presiden berikutnya berlangsung.

Al-Sisi mengumumkan kudeta ini didampingi wakil dari ulama Al-Azhar, wakil dari Gereja Kristen Koptik, tokoh oposisi Muhamad el-Baredei, wakil dari Partai Islam Nour, dan pemimpin pergerakan Tamarod. Militer Mesir juga membekukan konstitusi. (MSR)