Wow, Omzet Penjualan Batik Capai Rp10 Triliun

Foto: blog.pelapak.com

Jakarta, Sayangi.com – Omzet para perajin batik mengalami peningkatan hingga 300 persen hingga mencapai Rp10 triliun. Peningkatan itu terjadi setelah pengukuhan batik sebagai warisan budaya dunia.

“Kenaikan omzet juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang tinggi, hasil survei sementara meningkat antara 68-70 persen dan mayoritas adalah perempuan,” kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti saat peluncuran Lomba Cipta Seni Batik tingkat Perguruan Tinggi 2013 di Jakarta, Kamis (4/7/2013).

Ia mengatakan, keterlibatan perempuan yang dominan pada industri batik justru sangat positif, karena menjadi penopang ekonomi keluarga dan mengurangi angka kemiskinan.

“Di Imogiri, Yogyakarta banyak pembatik adalah wanita. Kalau diseriusin, maka akan meningkatkan mata pencarian. Tradisi-tradisi setempat bisa menghidupi keseharian. Sudah ada partisipasi pembeli kepada penjual. Kesadaran untuk tidak memelihara lingkungan juga sudah dalam pemikiran¬† mereka,” katanya.

Ia mengatakan pengakuan Unesco terhadap batik sebagai warisan budaya dunia tidak sekadar sertifikat, dampak pengakuan harus dirasakan oleh para pelaku. “Sertifikat itu perlu dipajang di bengkel produksi batik supaya mereka juga ada rasa memiliki”, katanya.

Dikatakannya kalau akar budaya kuat, maka tidak akan terpengaruh krisis global. Keinginan untuk menjadikan Indonesia “global home of batik” tidak mustahil untuk diwujudkan.

Batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO dengan dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah (Fourth Session of the Intergovernmental Committee) tentang Warisan Budaya Tak-benda di Abu Dhabi.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) menyebutkan bahwa UNESCO mengakui batik Indonesia bersama dengan 111 nominasi mata budaya dari 35 negara, dan yang diakui dan dimasukkan dalam Daftar Representatif sebanyak 76 mata budaya. (MI/Ant)