Harga-Harga Kebutuhan Pokok Meroket

Foto : Antara

Jakarta, Sayangi.com – Menjelang Ramadhan, berdasarkan pantauan Sayangi.com ke sejumlah daerah, harga-harga kebutuhan pokok, khususnya daging ayam dan daging sapi, cenderung naik.

Bahkan di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, harga daging sapi mencapai Rp 120 ribu per Kg. Padahal, biasanya warga membeli Rp 69 ribu hingga Rp 72 ribu per Kg. Sedangkan harga ayam potong berkisar Rp 35 ribu – Rp 42 ribu ukuran besar dan sekitar Rp 30 ribu ukuran sedang.

Kenaikan serupa juga terjadi di Pasar Rau, Serang, Banten. Harga daging yang biasa dijual Rp 86 ribu naik menjadi Rp 93 ribu. Sedangkan daging ayam negeri naik dari Rp 26 per Kg menjadi Rp 30 ribu per Kg. “Pusing bang, tapi gimana lagi,” keluh Ita, ibu rumah tangga warga Serang kepada kontributor sayangi.com wilayah Banten.

Selain harga daging, harga minyak goreng, telor ayam negeri, gula, bawang merah, bawang putih, cabe, juga cenderung naik. “Hanya Tomat yang turun,” ucap Sipin (53), pedagang sayur-sayuran yang mangkal di los pasar Rau, Serang.

Harga bawang merah yang semula Rp30 ribu per kg, namun menginjak bulan Juli ini sudah naik Rp 36 ribu per Kg. Hal yang mengejutkan di Pacitan, tempat kelahiran Presiden SBY. Harga cabe rawit yang biasanya dijual Rp 20 ribu tiba-tiba melejit Rp 60 ribu per Kg.

“Harga-harga lainnya, seperti telor, memang naik, mas. Tapi bertahap. Ndak seperti cabe rawit yang naiknya kok ndak kira-kira,” keluh Juminem, pemilik warung di dekat Pasar Minulya Pacitan. Keluhan serupa diungkap Saripah, pedagang sayur di Pasar Angso Duo, Jambi. Akibat naiknya harga-harga, omset penjualannya menurun.

Untuk meredam melambungnya harga-harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan, mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli mengusulkan perubahan sistem impor barang-barang kebutuhan pokok, dari sistem kuota ke sistem tariff. “Jadi, siapapun bisa impor asal bayar tariff,” ucap Rizal Ramli dalam sebuah diskusi di DPD RI, Rabu (3/7) kemarin.

Setidaknya, papar Rizal Ramli, sejak kenaikan harga BBM diwacanakan hingga memang benar-benar dinaikkan, harga-harga kebutuhan pokok sudah naik tiga kali. Kenaikan itu, tuding Rizal, akibat permainan sejumlah pedagang besar. (MARD)