Gubernur Sumbar Bentuk Tim Bidding PON 2024

Foto: Antara

Padang, Sayangi.com – Tidak ingin nasibnya seperti Gubernur Riau yang kini ditahan KPK, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno segera membentuk tim bidding untuk merealisasi keinginan Sumbar menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

“Dalam tahun ini tim untuk pemenangan Sumbar sebagai tuan rumah PON akan segera terbentuk, kita akan melakukan kordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar,” kata Irwan Prayitno di Padang, Kamis.

Ia menjelaskan, tim bidding PON sumbar tersebut nantinya akan bekerja menyiapkan segala sesuatunya untuk ikut bersaing dengan provinsi lain yang juga berminat sebagai tuan rumah pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Dikatakannya, sejauh ini Sumbar belum mengetahui syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah PON. Dengan adanya tim bidding PON tersebut nantinya akan dikumpulkan data dan syarat sebagai tuan rumah PON.

Irwan mengungkapkan, sebelumnya pemerintah provinsi dan KONI Sumbar sudah melakukan koordinasi dengan 19 kabupaten/kota di Sumbar tentang komitmen dan kesiapan daerah tersebut untuk menjadi salah satu daerah yang mempertandingkan cabang olahraga di PON.

“Beberapa daerah sudah mengajukan cabang-cabang olahraga yang bisa dipertandingkan di daerahnya, hal ini menyangkut sarana dan prasarana daerah itu,” katanya.

Dikatakannya, setelah membangun komitmen dengan 19 kabupaten/kota tersebu, tinggal mengatur strategi dan mengumpulkan data untuk mengajukan Ranah Minang sebagai penyelenggara PON.

Ia menyadari, sebagai tuan rumah pesta olahraga empat tahunan tersebut tidak mudah, namun dengan semangat kebersamaan dengan stakeholder terkait, misi menjadi tuan rumah akan dapat terealisasikan.

Sebagai penyelenggara PON, Sumbar akan diuntungkan dengan berbagai sektor pembangunan,ekonomi dan tentunya peningkatan prestasi.

Selain adanya pembangunan sarana olahraga, Irwan mengatakan, masyarakat juga akan diuntungkan dengan peningkatan ekonomi, karena masyrakat bisa berjualan dan berbagai jasa lainnya. (RH/ANT)