Alamsyah Belum Terhadang

Foto: Antara

¬†Surabaya, Sayangi.com -Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alamsyah Yunus memperbesar peluang mempertahankan gelar juara setelah berhasil menggalahkan pebulutangkis Hongkong, Tam Chun Hei dalam babak 16 besar turnamen “Prim-A Indonesia International Challenge 2013” di GOR Sudirman Surabaya, Jatim, Kamis (4/7). Alamsyah berhasil memenangkan pertandingan atas Tam Chun Hei dengan skor 21-12, 21-10. “Sejak awal saya sudah sangat yakin bisa menang lawan dia, meskipun belum pernah bertemu sebelumnya,” ujar Alamsyah yang akan menghadapi unggulan ke-7 Robin Gonanza di perempat final.

Hasil mengejutkan terjadi di tunggal putra ketika unggulan kedua asal Hong Kong, Chan Yan Kit, tersingkir dari persaingan usai ditundukkan pemain tuan rumah Andre Marteen (unggulan ke-15) dengan skor 20-22, 13-21. Andre Marteen bermain taktis dan diselingi smes tajam di game kedua hingga membuat mantan pemain nasional Hong Kong, Chan Yan Kit, sering mati kutu.

Di nomor tunggal putra, Pelatnas PBSI masih menyisakan dua wakilnya di persaingan merebut gelar juara, yakni Panji Akbar Sudrajat dan Jonathan Christie. Sedangkan dua wakil lainnya Arif Gifar Ramadhan dan Setyaldi Putra Wibowo tersingkir.

Sementara unggulan pertama tunggal putri Febby Angguni harus berjuang susah payah melewati hadangan Ana Rovita untuk menembus babak perempat final turnamen bulu tangkis “Prim-A Indonesia International Challenge 2013”.

Pada pertandingan yang berlangsung di GOR Sudirman Surabaya, Kamis malam, Febby Angguni sempat kalah di game pertama, tetapi kemudian membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan dengan skor 13-21, 21-4, 21-11.

“Kami sudah mengetahui kekuatan masing-masing, karena berlatih bersama di klub (PB Djarum). Ana banyak menekan di game pertama, tapi saya bisa mengontrol permainan di game berikutnya,” kata Febby usai pertandingan.

Dengan kemenangan ini, mantan pemain Pelatnas ini akan ditantang pebulu tangkis non-unggulan Dinar Dyah Ayustine untuk perebutan tiket semifinal. Dinar lolos dengan mengalahkan pemain kualifikasi Putri Sekartaji 21-12, 21-14.

Satu-satunya wakil Pelatnas yang masih tersisa di tunggal putri, Maziyyah Nadhir, juga memastikan satu tempat di babak delapan besar. Pemain unggulan ke-5 ini juga harus bermain tiga game untuk menyingkirkan Sylvinna Kurniawan 21-14, 7-21, 21-17.

Sementara dua pemain putri Pelatnas lainnya, yakni Yeni Asmarani dan Renna Suwarno sudah lebih dulu tersingkir di babak pertama, Rabu (3/7).

Sedangkan di nomor ganda campuran, pasangan tuan rumah menguasai babak perempat final nomor ganda campuran pada turnamen bulu tangkis “Prim-A Indonesia International Challenge 2013”, seteleh menang atas lawan-lawannya pada laga di GOR Sudirman Surabaya, Kamis.

Dari delapan tiket perempat final turnamen berhadiah total 20 ribu dolar AS atau hampir Rp200 juta itu, tujuh di antaranya direbut pebulu tangkis Indonesia, sementara satu tempat lainnya diisi wakil dari Thailand.

Di antara mereka yang lolos, beberapa di antaranya tergolong pasangan senior, seperti Rendra Wijaya/Keshya Nurvita Hanadia, Tri Kusharyanto/Nadya Melati, dan Ardiansyah Putra/Devi Tika Permatasari.

Rendra Wijaya/Keshya Nurvita yang di laga sebelumnya menghentikan unggulan pertama, melaju ke babak delapan besar lewat kemenangan dua game 21-19, 21-12 atas pasangan Thailand, Cholprasertsuk Kritti/Kilasu Ostermeyer.

Selanjutnya mereka akan berhadapan dengan pasangan senior Tri Kusharyanto/Nadia Melati, yang harus berjuang selama tiga game saat menyingkirkan Angger Sudrajat/Ravenska Cintya Adifta 20-22, 21-11, 21-14.

“Kami tidak memasang target khusus harus juara, yang penting main semaksimal mungkin. Mereka (Angger/Ravenska) sebenarnya bagus, hanya kalah pengalaman saja,” kata Tri Kusharyanto usai pertandingan.

Sementara pasangan senior lainnya, Ardiansyah Putra/Devi Tika Permatasari yang menempati unggulan ke-4, tidak menemui kesulitan saat menang mudah 21-15, 21-9 atas Rahmat Adianto/Nurbeta Kwanrico.

Pada babak perempat final yang dimainkan Jumat (5/7), mereka akan bertemu Ridho Akbar/Natalia Christine Poluakan. Pasangan ini melaju usai membekuk Yahya Adi Kumara/Rahmadhani Hasiyanti dengan skor 21-17, 21-13.

Ardiansyah/Devi Tika menjadi satu-satunya pemain unggulan yang masih tersisa, setelah pasangan unggulan ketiga Ismail Risky Hidayat/Adriani Ratnasari menyerah dari wakil Thailand, Tovannakasem Samatcha/Patchanut Krajangjit, dengan skor 22-20, 17-21, 19-21.

“Kami berharap bisa lolos ke final, setelah dalam lima sirkuit nasional tahun ini tampil kurang maksimal dan baru merebut juara di Sirnas Manado. Kami masih belum kompak, karena cukup lama tidak main bareng,” kata Ardiansyah.

Sayang hasil kurang maksimal di dapat pasangan ganda putra pelatnas Haviz/Eka Putra Rhoma yang kalah dari pasangan Vietnam dengan rubber set. Rencananya kedua pemain yang telah berpasangan selama 12 tahun itu, akan di rombak oleh PBSI sebagai lanjutan evaluasi untuk kemudian dipersiapkan mengikuti turnamen Vietnam Open. (RH/ANT)