Tradisi Nyadran di Lereng Merapi

Foto : Antara

Sleman, Sayangi.com – Ratusan warga lereng Gunung Merapi di Dusun Jaranan, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, mengikuti tradisi “nyadran” menjelang Ramadhan, Kamis (4/7) tadi.

“Tradisi ‘nyadran’ yang sudah turun temurun itu, mulai tahun lalu sudah dikemas sedemikian rupa hingga lebih menarik dan agamis,” kata Ketua Panitia ‘Nyadran’ Dusun Jaranan Priyo Utomo.

Kegiatan tersebut meliputi hiburan yang bernafaskan Islami, dengan kesenian hadroh dan pengajian dengan menghadirkan Ustadz Tugino.

Menurut dia, tradisi “nyadran” tersebut bukan hanya diikuti warga Dusun Jaranan, tetapi juga dari dusun lain, dimana ahli warisnya dimakamkan di Makam Sasonoloyo Jaranan.

“Maksud diadakannya tradisi ‘nyadran’ ini sebagai bentuk upaya pelestarian budaya agar ke depan budaya ini tetap lestari,” katanya.

Ia mengatakan, tradisi ‘nyadran’ sebagai upaya mendoakan para leluhur yang telah meninggal dunia, dan sebagai bentuk “mikul dhuwur mendem jero” terhadap leluhur.

“Dalam tradisi ini tidak hanya melibatkan umat yang beragama Islam saja, tetapi pemeluk agama lain juga terlibat,” katanya.

Priyo mengatakan tradisi ‘nyadran’mengandung nilai-nilai budaya dan kebersamaan untuk meningkatkan kerukunan umat beragama.

“Ke depan tradisi ‘nyadran’ akan dikemas lebih menarik lagi, misalnya dengan beberapa hiburan rakyat dengan potensi yang dimiliki warga di Dusun jaranan, dan tidak tertutup kemungkinan melibatkan kesenian dari masyarakat sekitar Dusun Jaranan,” katanya.

Upacara tradisi “nyadran” ini diakhiri dengan potong tumpeng dan makan bersama nasi gurih, juga minum dawet. (Antara)